Masjid Ini Diselimuti Misteri, Tidak Ada yang Berani Merenovasi

946

Hanya nama Ki Joko Kromo yang diketahui di balik keberadaan masjid di Dusun Krajan, Temon, Arjosari. Selebihnya, tempat ibadah itu menyimpan sejuta misteri bagi warga sekitarnya.

—————————

SUGENG DWI, Arjosari

FONDASI kayu masjid di Dusun Krajan, Temon, Arjosari, Pacitan ini tampak usang dengan dikelilingi dinding batu bata merah. Di bagian depan, kabel lampu menjuntai dekat tempat wudhu. Bangunan yang membuat para jamaah warga setempat kusyuk beribadah ini nyaris tidak menyimpan jejak sejarah. ‘’Mulai kapan tahun dibangun hingga namanya tidak ada yang tahu,’’ kata kata Abdul Malik, perawat masjid itu.

Yang masih simpang-siur, masjid dibangun Ki Jo Kromo, salah seorang ulama yang ikut menyiarkan ajaran agama Islam di Pulau Jawa. Hingga kini, masjid sama sekali tidak pernah direnovasi. Hingga banyak warga mengklaim masjid tak bernama ini adalah yang tertua di Pacitan. Usianya diyakini ratusan tahun. ‘’Karena dianggap masjid kuno, tidak ada yang berani merenovasi menjadi lebih modern. Termasuk memberikan nama,” ujarnya.

Kesan kuno ditambah dengan keberadaan batu bata yang tersusun melingkar di sebelah barat masjid. Tempat itu diduga untuk beristirahat para ulama. Selain itu, ada cekungan batu di dekat masjid yang dipercaya bekas tumpuan lutut para wali kala menunduk untuk berwudhu. Sekitar 500 meter di selatan masjid masuk kawasan hutan, terdapat makam Kiai Nolo Suto, salah seorang ulama desa setempat. Banyak warga luar daerah yang datang berziarah. “Ponorogo, Madiun, Jember, dan Cirebon,’’ sebut Malik.

Di balik misteri itu, sejumlah warga Temon mendatangi masjid untuk salat magrib dan tarawih. Juga beberapa santri Ponpes Tremas untuk tadarus Alquran. ‘’Sejak tiga tahun lalu, masjid sudah tidak digunakan salat Jumat karena jamaahnya semakin sedikit,’’ ungkapnya. ***(cor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here