Masih Nekat Tambah Proyek Dibiayai APBD-P

32

MADIUN – Pemkot tidak ambil pusing dengan waktu yang tersisa tinggal tiga bulan. Mereka masih berupaya menambah belanja modal melalui APBD Perubahan tahun ini. Alasannya, demi pemenuhan sejumlah kebutuhan infrastruktur warga yang belum diakomodir, sesuai visi-misi Bambang Irianto-Sugeng Rismiyanto (BaRis) jilid II. ’’Tidak skala besar, sekitar Rp 5 miliar—Rp 10 miliar,’’ kata Kepala DPUTR Kota Madiun Suwarno.

Pada rapat paripurna penyampaian pandangan umum fraksi di DPRD Senin lalu (10/9), sejumlah fraksi ikut menyorot perihal belanja modal pemkot yang bertambah cukup signifikan di APBD-P. Pada APBD murni, belanja modal pemkot tercatat sebesar Rp 245 miliar. Pada APBD-P direncanakan tumbuh mencapai Rp 340,7 miliar. Selisihnya mencapai Rp 95,6 miliar.

DPUTR pada APBD murni dijatah 133 paket pekerjaan fisik. Termasuk perencanaan dan pengawasan. Lebih rinci, 12 paket merupakan pekerjaan sumber daya air (SDA). Selain itu, 21 paket merupakan pekerjaan bina marga, serta 36 paket lainnya pekerjaan cipta karya. Melalui APBD-P, Suwarno mengusulkan sekitar Rp 5 miliar—Rp 10 miliar untuk menambah kegiatan fisik di organisasi perangkat daerah (OPD) yang dia pimpin. ’’Di antaranya meliputi pekerjaan pelebaran di sepuluh ruas jalan dan saluran lingkungan,’’ beber Suwarno.

Jenis pekerjaan yang diusulkan melalui APBD-P, kata Suwarno, rata-rata berskala kecil. Artinya, yang tidak memerlukan dana besar dan bisa dikerjakan dalam waktu yang relatif singkat. Pun, dilihat dari jenisnya, relatif ’’sederhana’’. Saluran lingkungan misalnya. Tidak menggunakan material box culvert seperti di saluran-saluran besar.

Namun, realistiskah DPUTR? Soal itu, Suwarno mengklaim pekerjaannya di APBD murni tuntas. Sehingga, tinggal menyelesaikan pekerjaan dari APBD-P. ‘’Untuk jalan pun, sifatnya hanya pelebaran. Peningkatannya dilakukan di tahun depan. Jadi, waktu yang dibutuhkan tidak lama,’’ terangnya.

Di sisi lain, Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto (SR) menekankan bahwa usulan belanja modal pihaknya di P-APBD tahun ini telah dipertimbangkan matang. Pemkot memilih pekerjaan-pekerjaan yang relatif tidak menyedot waktu lama dan anggaran besar. Sebab, SR juga mempertimbangkan waktu yang tinggal tiga bulan tersisa. Apalagi, tahap penyusunan P-APBD masih jauh dari tuntas.

‘’Penambahan ini untuk mencukupi apa yang belum dicapai BaRis jilid II,’’ kata SR. ‘’Kami juga sedikit banyak berharap P-APBD ini bisa ditetapkan segera, supaya bisa langsung melaksanakan,’’ imbuhnya.

Ketepatan perencanaan pemkot di P-APBD akan dilihat wakil rakyat. Ketua DPRD Istono tidak menampik pertumbuhan angka belanja modal pemkot di P-APBD tahun ini mencapai puluhan miliar. Cukup banyak dari sisi program dan kegiatan. Dia meminta pemkot bertanggung jawab dengan apa yang diusulkan. Agar pemanfaatannya betul-betul bisa dirasakan masyarakat. ‘’Disandingkan dengan waktu tersisa, (pemkot) memang harus bekerja ekstra, karena cukup banyak program dan kegiatan yang diusulkan,’’ jelasnya. (naz/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here