Museum Trinil Masih Minim Wahana Tambahan

44
SEBAGIAN KOLEKSI: Meski pengunjung meningkat, penambahan informasi benda-benda purbakala di Museum Trinil belum terealisasi.

NGAWI – Museum Trinil masih menjadi primadona sebagian warga untuk tujuan berlibur. Setidaknya, museum yang berlokasi di Desa Kawu, Kedunggalar, itu mencatat 6.290 pengunjung selama dua bulan terakhir. ‘’Kebanyakan yang datang rombongan anak-anak dan pelajar dari dalam maupun luar Ngawi,’’ kata Kepala UPT Museum Trinil Hermanto Alfin Cahyono Minggu (14/7).

Alfin menuturkan, sepanjang awal Januari hingga kemarin, pengunjung selama masa libur sekolah mencapai lebih dari separo dari total wisatawan. Yakni, 13.936 orang. ‘’Museum ini menyimpan banyak ilmu pengetahuan tentang sejarah purbakala. Makanya, dikenal hingga berbagai daerah, bahkan sampai luar negeri,’’ sebutnya.

Kendati demikian, Alfin mengakui bahwa museum yang berdiri di lahan seluas 4,2 hektare tersebut masih minim wahana tambahan. Sebut saja tempat bermain anak dan spot-spot untuk berfoto ria. ‘’Sekarang kan banyak bermunculan lokasi wisata baru,’’ ungkapnya.

Tidak hanya itu, mayoritas koleksi benda purbakala belum disertai keterangan penjelas sehingga proses edukasi tidak tersalurkan maksimal. Mulai jenis fosil, penemu, hingga gambaran semasa hidupnya. ‘’Rencana untuk menambah itu sudah ada, tapi belum bisa tereksekusi,’’ akunya.

Sejatinya, pengunjung Museum Trinil terus mengalami peningkatan. Momen yang sama pada 2018, pengunjung mencapai 5.120 orang. Angka itu meningkat 1.170 pengunjung dibandingkan tahun sebelumnya. ‘’Penambahan informasi tentang benda-benda purbakala di sini menjadi target kami ke depan. Sesuai petunjuk, sementara ini memaksimalkan fasilitas penunjang seperti taman dan tempat bermain lebih dulu,’’ pungkasnya. (den/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here