Masduki Dja’far Menjaga Amanah Mengurus Ponpes Nahdlatussabban Pacitan

37

Wasiat KH Masduki Dja’far untuk meneruskan mengurus Ponpes Nahdlatussabban dijaga penuh amanah oleh Abdullah Sadjad. Pesantren yang didirikan gurunya itu kini dijadikan tempat menimba ilmu ratusan santri.

——————

SUGENG DWI, Pacitan

MENGENAKAN batik lurik dipadupadankan sarung kelabu, Abdullah Sadjad teliti menghitung kembalian belanjaan pembelinya. Menekan tombol-tombol pada mesin cash register sebelum akhirnya menata uang berjualan sembako dan dimasukkan ke dalam laci. Di balik rutinitasnya di meja kasir, pria berjenggot itu adalah pemimpin Pondok Pesantren (Ponpes) Nahdlatussabban, Dusun Kauman, Desa Arjosari, Pacitan. ‘’Buka toko buat sambilan,’’ kata Sadjad.

Pesantren yang saat ini dijadikan tempat menimba ilmu agama Islam oleh 400 santri ini didirikan KH Masduki Dja’far, guru Sadjad. Selepas lulus S2, pria 61 tahun itu ikut membantu mengajar di pondok. Juga berkeliling Pacitan untuk menyebarkan ajaran nabi dan rasul. Pada 2001, gurunya itu meninggal dunia dan memberikan wasiat untuk melanjutkan mengurus ponpes. ‘’Saya terima amanah beliau,’’ ujarnya.

Berada di bawah kepemimpinan Sadjad, ponpes mulai bertransformasi. Salah satu yang penting adalah menyediakan pendidikan formal. Langkah tersebut untuk mereduksi rencana para santri keluar. Mereka tidak ingin ketinggalan ilmu dan wawasan seiring perkembangan zaman. ‘’Saya kira memang penting. Pendidikan formal juga mendidik anak semakin disiplin,’’ ucap suami Tatik Puji Purwati tersebut.

Sadjad merealisasikan madrasah tswanawiyah pada 2009. Tahun berikutnya dilanjutkan aliyah. Meski dimulai dengan membentuk satu rombongan belajar (rombel), bapak tiga anak itu optimistis bakal berkembang. Meski sudah modern, konsep pendidikan salafiyah tidak ditinggalkan. Hasilnya, santri didikannya menorehkan prestasi berbagai macam lomba akademik tingkat kabupaten hingga provinsi. ‘’Sebelum puasa ada santri yang diikutkan lomba tingkat Jawa Timur,’’ ucapnya. ***(cor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here