PacitanPeristiwa

Masak di Dapur, Nyaris Tertimbun Tanah

PACITAN – Kaki Surip lemas. Badan ibu satu anak itu pun demam. Warga Dusun Buyutan, Tinatar, Punung, itu nyaris terkubur hidup-hidup Rabu (20/2) pukul 16.00 kemarin. Tembok samping dapurnya runtuh dihantam longsor. Tepat saat dia memasak bersama putrinya. ‘’Saya langsung loncat, tangan anak saya tarik,’’ kata Surip kemarin (21/2).

Tembok sepanjang lima meter tersebut jebol akibat runtuhnya tebing di kanan rumahnya. Sore itu gerimis mengguyur desanya sejak tengah hari. Tebing setinggi enam meter itu tiba-tiba runtuh saat dia mempersiapkan santap sore. ‘’Keras suaranya. Temboknya langsung jebol,’’ ujarnya.

Surip trauma. Hingga kemarin bayangan kejadian tersebut masih terlintas. Dia hanya bisa terbaring di tempat tidur lantaran syok. ‘’Masih takut, tangan gemetar rasanya. Trauma mau masak lagi di dapur,’’ tuturnya.

Suaminya, Sarni, menyebut longsor tak hanya menjebol dinding dapur. Perabotan dapur juga terdampak. Bagian atap nyaris ambruk lantaran dinding penyangganya ambrol. Beruntung, material tanah yang tergolong banyak itu tak menerjang ruang tengah. ‘’Saat kejadian saya sedang di ladang. Sampai di rumah sudah banyak warga. Ternyata  dinding dapur jebol,’’ terang Sarni yang menaksir kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Meski sempat mengungsi dan waswas kejadian serupa terulang, namun Sarni enggan pindah. Dibantu warga sekitar, material longsor langsung dibersihkan. Sebagian tebing turut dipangkas untuk mengurangi kemiringan. Beberapa terpal bakal dipasang di area tebing agar tidak longsor  lagi. ‘’Takut, tapi nggak pindah karena rumahnya cuma ini,’’ ujarnya.

Kepala Desa Tinatar Himo Wahyudi menambahkan, desanya berada di lereng bukit yang acap longsor. Pihaknya khawatir bila hujan lebih dari dua jam mengguyur. Pasalnya, selain banyak permukiman di perbukitan, kontur tanah gembur. ‘’Lokasi Desa Tinatar diapit bukit dari segala arah,’’ jelasnya. (mg6/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close