Masa Tenang Paling Rawan Politik Uang

58

PACITAN – Hingga hari keempat, masa kampanye terbuka Pemilu 2019 di Pacitan masih adem ayem. Sehingga, badan pengawas pemilu (bawaslu) setempat tak perlu ”kerja keras”. Namun, mereka mengkhawatirkan aksi para peserta pemilu dan tim pemenangan berpraktik money politics.  ‘’Kami lebih intens mengawasi politik uang walau saat ini belum ada (temuan, Red),’’ kata Ketua Bawaslu Pacitan Berty Stefanus kemarin (27/3).

Jelang hari H coblosan, terutama pada masa tenang, bakal jadi atensi lebih pihaknya. Pasalnya, aksi gerilya justru acap dilakukan. Berdasarkan beberapa pemilu sebelumnya, hampir 24 jam pihaknya siaga menyusuri setiap sudut Pacitan guna mengantisipasi praktik tersebut. Namun, Berty mengklaim Pacitan tergolong minim praktik money politics dibanding daerah lain. ‘’Masa tenang paling rawan. Justru kami yang tidak bisa tenang,’’ ujarnya.

Meski nihil temuan, pihaknya tak segan bertindak tegas jika mendapati praktik politik uang tersebut. Sesuai undang-undang pemilu, hukuman maksimal dua tahun bakal menjerat pemberi uang pada masa kampanye. Sementara, pada masa tenang hukumannya meningkat dua kali lipat jadi maksimal empat tahun penjara. Pada hari H hukumannya tiga tahun. ‘’Tapi, undang-undang ini hanya menjerat pemberi. Penerimanya tidak. Ini yang jadi concern kami agar keduanya dapat diproses untuk memberi efek jera,’’ papar Berty.

Berty menambahkan, pada masa kampanye terbuka saat ini minim caleg yang mengajukan tembusan surat tanda terima pemberitahuan (STTP) dari kepolisian. Itu mengindikasikan sepi pengumpulan massa. Sebaliknya, ada yang melakukan kampanye ilegal. ‘’Beberapa kali kami dapati tak ada STTP yang dimiliki peserta maupun parpol,’’ bebernya.

Pihaknya telah menyemprit beberapa peserta pemilu yang melanggar. Bahkan, satu di antaranya sempat disidang. Hingga mendapat peringatan tertulis lewat KPU Pacitan. Jika kedapatan melakukan hal serupa lagi, bakal dilarang kampanye hingga pemilu usai. ‘’Ada juga temuan di beberapa kecamatan dan langsung ditindak,’’ ungkap Berty. (gen/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here