Masa Depan Bulu Tangkis Terancam Habis

27

DUNIA bulu tangkis tanah air seperti tersambar petir. Begitu PB Djarum Foundation mengeluarkan maklumat resmi mengakhiri audisi di tahun depan. Setelah Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menuding adanya unsur eksploitasi dalam audisi selama ini.

……..

MARTINUS Rudianto tak bisa menyembunyikan raut kegelisahannya. Duduk di sebelah Wali Kota Madiun Maidi, ketua harian Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jatim itu lebih banyak diam dan tertunduk. Di tengah keramaian pembukaan Kejuaraan Bulu Tangkis PBSI 2019 Kota Madiun di GOR Wilis Rabu (11/9).

Saat ini, hari-hari berat sedang dihadapi Martinus dan pegiat bulu tangkis di seluruh tanah air. Dia mengaku seperti disambar petir ketika mendengar kabar penghentian audisi oleh PB Djarum Foundation mulai tahun depan. ‘’Saya tegaskan, antara eksploitasi anak dengan menjual brand image rokok, tidak ada kaitannya sama sekali,’’ ucapnya penuh keprihatinan.

Eksploitasi yang dituduhkan KPAI, anak dimanfaatkan untuk kepentingan menjual brand image rokok. Martinus membantah hal tersebut. Dalam audisi, tidak ada unsur ajakan untuk merokok. Pun, tidak pernah disediakan stan rokok dalam setiap event. ‘’Jadi, tolong itu diperhatikan. Disurvei dan dikaji dulu. Kami ini bicara realita,’’ tukasnya.

Justru, audisi melahirkan bibit atlet bulu tangkis yang siap mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Di Jatim, tak kurang dari 1.000 atlet ikut audisi yang kemudian disaring hingga 20 atlet. Selanjutnya, dikirim ke Kudus, Jateng, bersama perwakilan atlet yang lolos dari provinsi lainnya. ‘’Kemudian dipilih 20—30-an atlet,’’ urainya.

Dia mencontohkan Kevin Sanjaya yang sukses menjadi juara dunia. Atlet berbakat itu sempat gagal audisi pertama. Kemudian lolos audisi kedua dan berkesempatan dibina PB Djarum Foundation. Saat ini, audisi tengah berlangsung di Purwokerto, Jateng. Nama Djarum tidak dipasang dalam kaus maupun atribut lainnya. Namun, ’’penertiban’’ itu tak memengaruhi tudingan yang ada. Persoalan ini juga membuat audisi Jatim yang diselenggarakan di Surabaya 19-22 Oktober nanti terbengkalai. ‘’Secara tidak langsung memengaruhi audisi yang telah direncanakan jauh-jauh hari,’’ ujarnya.

Martinus khawatir Djarum Foundation tak bisa lagi berkontribusi dalam pengembangan bulu tangkis. Jelas akan menimbulkan dampak serius dalam pembibitan atlet di daerah. ‘’Kalau distop berdampak besar. Karena yang mengibarkan bendera Indonesia di Olimpiade, ya berkat campur tangan Djarum Foundation,’’ ungkapnya.

Kejuaraan rutin 38 kota/kabupaten di Jatim ditopang Djarum Foundation. Baik dari sisi penyelenggaraan event, branding, dan lain sebagainya. ‘’Kami mohon presiden, Kemenpora, KPAI, dan PBSI duduk bersama mencari jalan terbaik,’’ ucapnya.

Dikonfirmasi, Ketua KPAI Susanto enggan berkomentar banyak. Dia berharap persoalan ini dapat dijadikan hikmah dan pembelajaran. ‘’Maaf, saya tidak dapat komentar banyak. Sambung lain hari,’’ kata Susanto saat dihubungi Jawa Pos Radar Madiun kemarin. (kid/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here