Ma’ruf Amin: Jangan Sampai Terpecah Belah

133

MADIUN – Calon wakil presiden (cawapres) nomor 01 Ma’ruf Amin menyambangi Kabupaten Madiun tadi malam (21/1). Kehadiran mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) itu memberikan ceramah di acara Halaqoh Nasionalisme bertema Menjaga Keutuhan NKRI di hadapan Pengurus Cabang NU setempat di NU Center Wungu. ’’Saya bahagia bisa bertemu dengan keluarga besar pengurus cabang NU (PC NU),’’ katanya di hadapan seratusan tamu undangan.

Ma’ruf yang mengenakan baju koko warna abu-abu dengan khas sarungnya tiba pukul 21.00. Dia lantas menuju panggung. Sebelum berceramah, Ma’ruf menjelaskan alasan tentang pencalonannya untuk mendampingi Joko Widodo sebagai calon presiden (capres). Yakni, selain dorongan ulama dan pimpinan PB NU, juga dipandang sebagai penghargaan terhadap NU. ’’Karena belum ada sejak Abdurahman Wahid yang bisa menjadi presiden,’’ ujarnya.

Ma’ruf mengatakan, santri tidak boleh pesimistis karena bisa menjadi apa saja. Mulai pedagang hingga kepala daerah. Selain itu, santri terlibat dalam perang kemerdekaan. Perjuangan tersebut lantas ditindaklanjuti dengan penetapan Hari Santri dua tahun lalu. Karenanya, para santri wajib merawat dan menjaga nama baik tersebut. Apalagi santri dan ulama memegang teguh NKRI harga mati. ’’Alhamdulillah hingga kini persatuan itu masih terjaga dengan baik karena berlandaskan Pancasila,’’ ucapnya.

Tidak hanya ulama yang bertanggung jawab menjaga keutuhan negara. Muslim bisa bergabung dalam organisasi masyarakat (ormas) keagamaan atau forum kerukunan umat beragama (FKUB). Tapi, tidak berarti ada ancaman dan potensi konflik. Langkah mencegahnya perlu ada kebersamaan dan menjaga toleransi. Hal tersebut juga harus diaplikasikan dalam pelaksanaan Pilpres 2019. ’’Jangan sampai terpecah belah meski beda pilihan karena ini hanya pesta demokrasi lima tahunan,’’ katanya. (cor/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here