Madiun

Mantan Bos Biro Perjalanan Umrah PT SBL Dituntut Dua Tahun Penjara

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sidang perkara penipuan dana umrah yang diduga dilakukan PT SBL memasuki babak akhir. Kamis (13/8), AR selaku pemilik biro perjalanan umrah tersebut dituntut dua tahun penjara.

Tuntuan itu dibacakan oleh JPU Fuat Zamroni. Dalam materi tuntutannya tersebut terdakwa dianggap telah menggelapkan uang sebesar Rp 51 juta yang sebelumnya telah dibayarkan oleh korban selama dua tahap. Pada tahap pertama sebesar Rp 10 juta untuk down payment (DP) biaya pemberangkatan umrah berdasarkan kuitansi resmi yang dikeluarkan 13 November 2017. Kemudian dilunasi pada pembayaran tahap kedua sebesar Rp 41 juta.

Korban kemudian dijanjikan berangkat pada Desember 2018. Namun, hingga berganti tahun, janji keberangkatan ke Tanah Suci tak kunjung ditepati. “Dituntut dua tahun penjara dikurangi masa hukuman yang telah dijalani,” kata Fuat.

Pelaksanaan sidang dengan agenda pembacaan tuntutan itu berlangsung singkat. Majelis hakim yang diketuai oleh Endratno Rajamai itu kemudian menawarkan kepada terdakwa untuk membuat pembelaan secara tertulis. “Sidang dilanjutkan pada Selasa (18/8) mendatang dengan agenda pembacaan pembelaan terdakwa. Selanjutnya apa saja isi dalam pembelaan itu nantinya akan kami gunakan untuk menjadi bahan pertimbangan meringankan hukuman,” terang Endradno.

Sementara itu, penasihat hukum terdakwa, Baraja menambahkan selain pembelaan dari terdakwa pihaknya juga akan membuat pembelaan sendiri secara tertulis. Karena, menurutnya, ada sejumlah fakta persidangan yang dianggap kurang pas. (her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close