Mangkir Kerja 3 Bulan, PNS Satpol PP Terancam Pecat

48

MAGETAN – Bupati Magetan Suprawoto dibuat geregetan dengan ulah ISW. Oknum PNS yang berdinas di Satpol PP dan damkar itu sudah tiga bulan mangkir kerja. Laporan kasus indisipliner itu sudah masuk ke meja bupati. ’’Saat ini masih diproses, saran saya diberhentikan saja,’’ ujar bupati kepada Jawa Pos Radar Magetan.

Saran pemecatan itu sudah disampaikan bupati ke Inspektorat.  Kang Woto –sapaan akrab Suprawoto- tidak ingin perilaku negatif itu nantinya dicontoh oleh para calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang baru saja melakukan pemberkasan. Termasuk, PNS lain di lingkup pemkab. ’’Harus ada sikap tegas,’’ ujarnya.

Sementara, Kepala Satpol PP dan Damkar Magetan Chanif Tri Wahyudi mengamini jika ada satu oknum anggotanya berinisial ISW sudah bolos kerja selama berbulan-bulan. Dijelaskan, anggota seksi pengamanan dan pengawalan itu kasusnya sudah diproses Inspektorat. Pekan lalu, dia mendapat undangan klarifikasi dari Inspekatur pada Inspektorat Mei Sugiartini. Namun, dia tidak datang dalam pemanggilan pertama tersebut. ’’Kami serahkan kepada Inspektorat yang mennangani,’’ terangnya.

Chanif selama ini bukannya diam dengan ulah indisipliner itu. Teguran secara lesan sudah dilayangkannya. Namun, tidak digubris. Sampai akhirnya dirinya melayangkan teguran tertulis  berupa pernyataan tidak puas. Rupanya, itu sama sekali tidak membuat ISW keder. Masih juga membolos. ’’Salah, jika saya tidak menegur. Teguran sudah sering saya berikan,’’ ungkapnya.

Tak sebatas pada teguran, sanksi yang diberikan Chanif kepada ISW. Kenaikan gaji berkala yang sejatinya menjadi hak  ISW juga ditunda. Bahkan, penundaan pangkat juga diberikan sebagai sanksi agar yang bersangkutan bersedia masuk kembali ke kantor. Nyatanya, langkah – langkah itu tidak membuahkan hasil. ISW masih bersikukuh enggan ngantor di Jalan Basuki Rahmat Selatan itu. ’’Sekarang menjadi ranah Inspektorat. Apapun hasilnya kami terima,’’ terangnya.

Chanif mengaku menyayangkan sikap ISW tersebut. ISW merupakan anggota yang rajin saat di lapangan. Namun, entah mengapa dia tiba – tiba menjadi rajin bolos. Pendekatan secara personal sudah pernah dilakukan oleh Chanif. Terakhir, informasi yang diterimanya, ISW tengah berada di Bandung. ’’Pemanggilan pertama tidak datang, akan ada pemanggilan kedua. Belum tahun kapan waktunya,’’ pungkasnya. (bel/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here