Manajer Latte Terparah, Tiga Korban Lainnya Terluka di Wajah

444

MADIUN – Berseliweran hoax ledakan tabung gas elpiji di kafe Latte Senin malam (31/12). Dua orang dikabarkan meninggal dunia. Namun, informasi yang ramai diperbincangkan di media sosial (medsos) itu salah. Semua karyawan Latte yang dibawa ke RSUD dr Soedono sudah melewati masa kritis dan selamat. ’’Satu sudah boleh pulang setelah mendapat tindakan observasi dari dokter jaga,’’ kata Kasi Rawat Jalan RSUD dr Soedono dr Agus Sapto Nugroho.

Dia menerangkan, pasien yang bernama Aris Wijanarko sudah diperbolehkan pulang. Sedangkan, yang lainnya masih menjalani perawatan intensif. Aris Mahmudi, Rizky Rindam, dan Joko Susanto dirawat di ruang Wijayakusuma D5. Sedangkan, Feri Tri Mahardi selaku manajer kafe, menjalani perawatan di ruang observasi intensif (ROI) dan mendapatkan respiratori. ’’Pasien yang sudah boleh pulang itu mengalami luka bakar ringan (grade I). Dengan luas luka di tubuh sekitar 7 persen,’’ ujar Agus Sapto saat ditemui Jawa Pos Radar Madiun.

Luka bakar yang diderita Aris Mahmudi, Joko Santoso, dan Rizky Rindam sekitar 20 persen dan tidak ada cacat tubuh. Namun, luka bakar tersebut mengenai sebagian wajah dan tangan para korban. ’’Mereka kami rawat inapkan. Karena luka bakarnya lebih berat antara grade I–II dan luas luka bakarnya juga lebih luas,’’ terangnya.

Kendati demikian, ketiga pasien itu sudah diperbolehkan menjalani diet lunak. Karena saat dilakukan observasi dan pemeriksaan lanjutan mereka tidak mengeluhkan susah menelan makanan. ’’Kami sempat khawatirkan ada pembengkakan di saluran pernapasan mereka lantaran menghirup uap panas. Karena rata-rata ketiga pasien mengalami luka bakar di bagian wajah,’’ jelas Agus.

Sekitar pukul 13.45 kemarin, pihaknya kembali mendapat pasien anyar hasil rujukan dari RSI yang juga menjadi korban ledakan gas elpiji kafe Latte. Pasien itu atas nama Feri Tri Mahardi selaku manajer kafe. ’’Secara umum tanda-tanda vitalnya (Feri, Red) stabil. Mulai tensi, detak jantung, dan pernapasan saat dirujuk ke sini,’’ ungkapnya.

Tim dokter menyatakan bahwa luka bakar yang diderita korban sekitar 30 persen dengan derajat luka bakar grade II.  Saat ini, Feri menjalani perawatan di ruang observasi intensif (ROI) dan mendapatkan respiratori. Agus menerangkan ada sejumlah tindakan yang dijalankan oleh dokter terhadap manajer kafe tersebut. Seperti pemeriksaan pembengkakan di saluran pernapasan dan monitoring pada produksi urine untuk memastikan bahwa tidak ada gangguan keseimbangan cairan. ’’Kalau sudah stabil biasanya nanti ada tindakan lanjutan untuk membersihkan bekas-bekas kulit yang terbakar,’’ ujarnya. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here