Manajemen Persis Diminta Bisa Kendalikan Suporter, Merusak Lagi Diusir dari Madiun

270
FASILITAS: Pagar di tribun utara Stadion Wilis dirusak oknum suporter saat laga Persis kontra Martapura Minggu lalu (14/7).

MADIUN – Izin pemakaian fasilitas Stadion Wilis oleh Persis Solo dievaluasi. Pemicunya karena ulah oknum suporter klub Laskar Sambernyawa itu yang merusak pagar tribun stadion.

Pernyataan itu dilontarkan Wali Kota Madiun Maidi Senin lalu (15/7). Dia memberikan ultimatum kepada pihak manajemen Persis untuk menertibkan para suporternya. Kalau sampai peringatan itu abai dilakukan oleh pihak panitia penyelenggara (panpel) dan manajemen, kontrak pemakaian Stadion Wilis oleh Persis Solo bakal diputus. ’’Kalau berlebihan dan sifatnya merusak fasilitas pemerintah daerah (pemda), saya cut,’’ tegasnya.

Menurut Maidi, luapan emosi suporter Persis itu terlalu berlebihan. Tak seharusnya ketidakpuasan akan hasil pertandingan dilakukan dengan merusak fasilitas stadion yang menjadi home base Persis di Liga 2 Nasional. ’’Saya tidak akan mengizinkan pemakaian Stadion Wilis lagi. Kalau cara-cara yang digunakan itu sifatnya anarkis. Nanti akan kami evaluasi,’’ terang mantan sekda Kota Madiun itu.

Yang jelas, saat ini pihaknya masih memberikan toleransi kepada manajemen dan panpel Persis Solo. Namun, itu sekaligus merupakan peringatan terakhir. Terkait kerusakan pagar pembatas stadion yang kondisinya sekarang ambruk bakal menjadi tanggung jawab pihak Persis. ’’Dalam klausul kontrak sudah disebutkan konsekuensinya. Jadi, kalau ada kerusakan harus diperbaiki,’’ ujar Maidi.

Seperti diketahui, rusaknya fasilitas pagar tribun penonton itu bermula ketika kelompok suporter Persis kecewa dengan keputusan wasit yang menganulir gol Nanang Asripin ke gawang Martapura pada laga lanjutan Liga 2, Minggu lalu (14/7). Suporter yang berada di tribun sisi utara kemudian merobohkan pagar pembatas dan merangsek ke pinggir lapangan. Mereka juga melemparkan botol air mineral ke arah pemain Martapura dan smoke bomb ke tengah lapangan.

Kepala UPT Wisma Haji, GOR, dan Stadion Wilis Suratno pun kecewa dengan rusaknya beberapa fasilitas itu. Dia mengungkapkan, untuk memperbaikinya, dibutuhkan waktu beberapa hari. ’’Karena harus dilas dulu. Padahal, sebelumnya sudah sempat diperbaiki,’’ katanya.

Dia menjelaskan, ketika menyewa Stadion Wilis sebagai home base, Persis memang sudah menyerahkan jaminan. Tapi, Suratno menegaskan bahwa uang jaminan itu tidak bisa langsung dipakai untuk biaya perbaikan. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here