Maling Komputer Obok-Obok SDN Ngegong

340

MADIUN – Komplotan maling komputer terus menghantui SDN di Kota Madiun. Rentetan aksi pembobolan komputer SDN yang sempat terhenti April lalu kembali terjadi, Sabtu dini hari (2/6). Kali ini giliran laboratorium komputer SDN Ngegong yang disatroni. Sama seperti insiden sebelumnya, belasan komputer kinyis-kinyis hasil pengadaan dari APBD Perubahan 2017 itu raib. ’’Kemungkinan kejadiannya sekitar pukul 01.00 sampai 03.00,’’ kata Haryono, petugas jaga sekaligus kebersihan di SDN Ngegong, Minggu (3/6).

Saat kejadian Sabtu dini hari, Haryono tengah berada di rumahnya di Klagenserut, Jiwan. Dia mengaku terlalu lelah untuk berjaga di sekolah. Namun, perasaan Haryono saat sahur Sabtu lalu tidak enak. Usai sahur sekitar pukul 04.00, dia pun menuju sekolah. Nahas, yang dikhawatirkan pun terjadi. Haryono mendapati pintu lab komputer dan ruang guru dalam kondisi setengah terbuka. ’’Saya panik, langsung cek ternyata komputer hilang. Di ruang guru, laptop dan uang,’’ ungkapnya.

Menurut Haryono, dari 20 komputer di dalam lab, 14 di antaranya raib dari SDN yang berlokasi di Keluragan Sogaten itu. Seluruhnya berjenis mini personal computer (PC) dan disimpan di dalam lab komputer. Tak hanya lab komputer, ruang guru juga diacak-acak oleh komplotan maling. Di sana mereka membawa kabur satu unit laptop serta sejumlah uang yang ada di salah satu laci meja milik guru. ’’Proyektor juga kelihatan akan dicuri tapi gagal, karena kondisinya masih terpasang sehingga sulit,’’ bebernya.

Haryono menyebut, pelaku masuk ke dalam lab komputer dengan cara membobol pintu. Kebetulan lab komputer dan ruang guru berada persis bersebelahan. Pintunya pun saling berimpitan. Gembok dan kunci pintu kedua ruangan sanggup dirusak oleh pencuri. Haryono memperkirakan kejadian sekitar pukul 01.00 hingga pukul 03.00. ’’Kunci pintu dan gembok dicongkel. Kemungkinan (pelaku) lebih dari dua orang. Saat itu saya di rumah,’’ terangnya.

Aksi curat di SDN Ngegong Sabtu dini hari lalu menambah panjang daftar sekolah yang menjadi sasaran komplotan pencuri. Khususnya, di Kecamatan Manguharjo. Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Manguharjo Heri Sudarto menyebut, pada April lalu aksi curat sudah terjadi sebanyak dua kali. Pertama di awal April, komplotan pencuri diketahui menggasak dua unit laptop dan satu unit kamera digital di SDN 3 Madiun Lor. Pertengahan April, giliran SDN 2 Winongo. Sebanyak 15 unit komputer amblas digondol maling.

’’Semua kejadian sudah ditangani oleh polisi. Saat ini masih dalam penyelidikan oleh mereka. Termasuk yang di SDN Ngegong,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Madiun.

Heri mengaku penasaran terhadap aksi curat di SDN Ngegong. Sebab, modusnya mirip dengan di SDN 2 Winongo. Sasarannya pun sama persis, yakni mini PC yang pengadaannya baru dibeli pada APBD Perubahan 2017 lalu. Terkait sekolah yang menjadi sasaran, juga cenderung merupakan lingkungan yang sepi dan tak memiliki CCTV. ’’Lha itu juga yang membuat saya penasaran, semoga bisa secepatnya ditangani polisi,’’ ungkapnya.

Di sisi lain, curat di SDN Ngegong kian menambah pekerjaan rumah Polres Madiun Kota. Pasalnya, dua kejadian curat di SDN 2 Winongo dan SDN 3 Madiun Lor bahkan belum terungkap. Kasat             Reskrim Polres Madiun Kota AKP Logos Bintoro tidak dapat dikonfirmasi. Dihubungi melalui telepon dan pesan singkat, mantan kapolsek Wungu itu tidak menjawab.

Sementara, Wakapolres Madiun Kota Kompol Mujito enggan berkomentar banyak berkaitan dengan aksi curat tersebut. Ditanya soal dugaan keterkaitan dengan dua aksi curat sebelumnya di Manguharjo, Mujito pilih menjawab normatif. ’’Kami tidak bisa menjelaskan terlalu detail karena ini masih proses penyelidikan. Tidak boleh terlalu ramai dulu lah, itu nanti malah akan menyulitkan kami. Yang jelas polisi berupaya keras,’’ tukasnya.

Dinas pendidikan sepertinya sedang diuji. Baru dua bulan lalu SDN 2 Winongo dan SDN 3 Madiun Lor disatroni komplotan maling. Sabtu dini hari lalu (2/6) SDN Ngegong rupanya jadi sasaran berikutnya. Sebenarnya, pihak dindik sudah merespons dua kejadian itu lewat pengusulan pengadaan closed circuit television (CCTV). Namun apa daya, pengadaan urung terealisasi, curat malah terjadi lagi. ’’SDN Ngegong masuk usulan pengadaan CCTV di APBD Perubahan nanti,’’ ungkap Kabid Pendas Dindik Kota Madiun Eny Yuanawati.

Eny mengatakan, dari 56 SDN, beberapa lembaga di antaranya sudah membeli CCTV secara mandiri. SDN Ngegong termasuk satu di antara puluhan SDN yang diusulkan ikut dalam pengadaan CCTV pada P-APBD tahun ini lantaran belum mempunyai. CCTV, lanjut Eny, memang dinilai penting untuk meningkatkan keamanan di sekolah. Terutama pascadua insiden curat April lalu. ’’Kami sudah merapatkan dengan sekolah, untuk mengusulkan pengadaan CCTV di APBD-P. Di luar itu beberapa sekolah sudah inisiatif beli,’’ terangnya. (naz/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here