Malam Jumat, Empat Nyawa Tak Selamat

2809
BARANG BUKTI: Tiga kendaraan yang terlibat kecelakaan di Kedunggalar diamankan Polres Ngawi.

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Nyawa Ranti, 45, dan Sukini, 35, meregang di perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu di Kedunglumbu, Pakah, Mantingan. Sekitar pukul 17.30, keduanya yang berboncengan Honda Beat AD 6234 BME ini tersambar KA Brantas jurusan Blitar-Pasar Senin, Kamis (19/9).

Jasad dua warga asal Tunggul, Sragen, Jateng, ini sampai terpental hingga seratusan meter. Langsung meninggal dunia di tempat kejadian. ‘’Saat menyeberangi perlintasan, keduanya tak menyadari datangnya kereta dari arah selatan,’’ kata Kapolsek Mantingan AKP Suparno Jumat (20/9).

Sesaat sebelum kejadian di perbatasan Ngawi-Sragen itu, keduanya sempat diteriaki warga. Namun, tidak mendengar. Motor matik hitam yang dikendarai keduanya sampai remuk tak berbentuk. ‘’Korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk divisum,’’ ujarnya.

Beberapa jam berselang, kecelakaan maut juga terjadi di Kedunggalar. Tepatnya di Km 15 Ngawi–Kedunggalar, masuk Jenggrik. Tiga kendaraan saling tumbur dan adu moncong sekitar pukul 23.00. Dua dari lima korban meninggal dunia di tempat kejadian. ‘’Tiga korban lainnya luka serius,’’ kata Kajaga Pos 1 Satlantas Polres Ngawi Aiptu Sunarto.

Kejadian berawal saat Dika, 16, berboncengan dengan Hermawan, 15, melaju dari arah utara-selatan menuju Kedunggalar. Menggunakan Honda GL Max AE 4373 KY. Setibanya di tempat kejadian, keduanya hendak menyalip mobil roda empat di depannya. Lantaran terlalu ke kanan dan tak menyalakan lampu depan, kedua remaja dari Kasihan, Sidomakmur, Widodaren, itu tak menyadari adanya kendaraan di jalur berlawanan. Keduanya pun terlibat adu moncong dengan Honda C70 ungu yang dikendarai Ardian, 16, dan Zandika, 15, dari arah berlawanan. Tanpa menggunakan helm dan pelat nomor, dua warga dari Kedunggalar itu juga tak dapat menghindar saat Dika nyelonong ke jalurnya. Sementara di belakang Adrian, melaju Didit yang juga mengendarai Honda C70 hitam tanpa nomor. Kendaraannya pun turut menabrak bokong motor Adrian. ‘’Seluruh korban tidak menggunakan helm,’’ ungkapnya.

Dika tewas di tempat kejadian. Hermawan yang diboncengnya babras tangan dan pelipis. Adrian yang tertabrak turut meregang nyawa di TKP. Sementara Zandika, pemboncengnya, mengalami hematom, muntah, serta robek di beberapa bagian tubuh. Sedangkan Didit, warga yang menabrak dari belakang, mengalami robekan di bagian kepala belakang. ‘’Korban dibawa ke RSUD dr Soeroto, Widodo, dan At-Tin untuk mendapat perawatan,’’ papar Sunarto. (gen/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here