Madiun

Mal Pelayanan Publik Batal Dibangun

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Defisit anggaran akibat jebloknya pendapatan memakan korban. Rencana pembangunan mal pelayanan publik (MPP) tahun depan dibatalkan. Padahal, detail enginering design (DED)-nya sudah jadi. ‘’Karena kemampuan APBD terbatas, kami terpaksa harus menundanya dulu,’’ kata Sekda Kota Madiun Rusdiyanto Jumat (8/11).

Berdasarkan DED yang sudah dibuat, pembangunan MPP berikut kantor DPMPTSP dan usaha mikro butuh anggaran Rp 25 miliar. Sesuai rencana, gedung itu terdiri empat lantai. Lantai satu untuk tempat parkir. Lantai dua untuk pelayanan. Lantai tiga untuk kantor. Sedangkan lantai empat untuk aula atau tempat pertemuan.

Menurut Rusdiyanto, pemkot lebih mengoptimalkan aset daerah yang sudah ada. Seperti memindahkan sementara kantor dinas kesehatan dan KB dari Jalan Trunojoyo ke kompleks Wisma Haji. ‘’Kami berusaha semaksimal mungkin agar aset daerah itu bisa memberi kontribusi terhadap pendapatan daerah. Terutama tanah eks bengkok,’’ ujarnya.

Dia menyebut bahwa aset pemkot cukup banyak. Tapi, ada beberapa yang tidak termanfaatkan. Salah satunya bekas kantor dinas pasar di Jalan Udowo. Saat ini, sebagian aset bangunan tersebut dimanfaatkan untuk kantor bawaslu dan sisanya mangkrak. ‘’Ada beberapa alternatif yang akan kami lakukan,’’ ungkapnya.

Antara lain, memanfaatkan bangunan untuk kantor dinas lain yang butuh lahan lebih luas. Sehingga, bisa saja organisasi perangkat daerah (OPD) lain dapat menggunakan aset tersebut. ‘’Contohnya dinas kesehatan itu yang sementara kami tampung dulu di Wisma Haji,’’ terang Rusdiyanto.

Kepala DPUTR Kota Madiun Suwarno menyatakan, konsep revitalisasi kantor DPMPTSP tersebut sebenarnya sudah dibahas wali kota. Tujuannya untuk meningkatkan pelayanan perizinan kepada masyarakat. ‘’Karena selama ini proses pelayanan perizinan di Kota Madiun belum terpusat,’’ katanya. (her/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close