Makin Pedas..!! Harga Cabai Rawit Melejit

121

MADIUN – Meningkatnya permintaan ditambah dengan turunnya suplai mengerek harga cabai di pasaran. Kenaikan harga itu terjadi terutama untuk jenis cabai rawit.

Salah seorang pedagang bahan pokok di Pasar Besar Madiun (PBM), Hani mengungkapkan harga cabai di tingkat petani mengalami kenaikan drastis selama sepekan terakhir. Saat ini rata-rata harga cabai kualitas super di pasaran Rp 40.000–Rp 42.000 per kg. ’’Pada momen natal dan tahun baru, terjadi kenaikan permintaan. Sehingga berdampak pada kenaikan harga,’’ ungkapnya kemarin (25/12).

Hasil evaluasi Bank Indonesia (BI) Wilayah Kediri suplai malah tercatat menurun sekitar 30 persen. Penurunan tersebut disebabkan serangan hama pada tanaman cabai. Serangan kian meningkat ketika intensitas hujan tinggi. Terlebih, panen pada November–Desember merupakan hasil penanaman pada Agustus–September lalu. ’’Tanamannya juga sudah tidak banyak,’’ kata Kepala Kantor BI Wilayah Kediri Djoko Raharto. Sedangkan penanaman pada November–Desember baru bisa dipanen pada Februari–Maret 2019. ’’Mudah-mudahan setelah tahun baru permintaan kembali normal,’’ lanjutnya.

Dengan demikian, tekanan terhadap harga bisa berkurang. Meski, kunci utama stabilitas harga ialah iklim. ’’Kalau kondisi iklim bagus, produksi masih aman,’’ ujarnya.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi pada Desember akan terjadi inflasi. Beberapa hari lalu BPS sudah mengingatkan para tim pengendali inflasi daerah (TPID) agar mengambil langkah untuk mengontrol laju inflasi. ’’Kalau melihat trennya, iya. Kemungkinan besar pada Desember ini akan terjadi inflasi,’’ kata Kepala BPS Kota Madiun Firman Bastian.

Firman menjelaskan kelompok pengeluaran yang perlu diantisipasi pada masa Desember tersebut adalah tingginya permintaan akan kebutuhan sandang dan pangan. Baik bahan makanan maupun makanan jadi.

Oleh sebab itu, pihaknya ingin agar TPID bertindak maksimal untuk menekan laju inflasi. Seperti memantau fluktuasi harga di pasaran setiap hari dan menggelar operasi pasar. Di samping itu stok dan suplai barang serta jasa yang menjadi kebutuhan harus dijaga. ’’Dengan stok dan suplai barang yang cukup, maka hukum alamnya tidak akan terjadi kenaikan harga,’’ jelas Firman. (her/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here