Maidi Serukan Perangi DBD

93

MADIUN – Ledakan kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di RSUD Kota Madiun mendapat perhatian dari wali kota Maidi. Jumat (17/5), pejabat kelahiran Magetan itu meninjau sejumlah pasien DBD anak yang dirawat di ruang melati RSUD Kota Madiun.

Di rumah sakit, Maidi sempat berbincang dengan salah seorang anggota keluarga pasien yang dirawat di lorong rumah sakit. Karena hampir seluruh kamar rawat inap di ruang tersebut terpakai. Total ada empat bed tambahan yang disiapkan oleh pihak manajemen RSUD Kota Madiun bagi pasien anak di ruang melati.

Berdasarkan data RSUD Kota Madiun, jumlah pasien demam berdarah yang dirawat semenjak Januari–April mencapai 377 orang. Sedangkan, pada Mei ini terdapat sekitar 31 orang.

Melihat kondisi ini, Maidi pun menginstruksikan pihak rumah sakit agar menerima pasien demam berdarah untuk dirawat. ’’Saya harap pasien (DBD) anak itu diawasi benar. Begitu juga dengan pengobatannya. Jangan sampai ada kegagalan,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Madiun.

Mantan sekda Kota Madiun itu menyatakan jumlah penderita DBD memang meningkat drastis dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi itu disebabkan karena perubahan cuaca dari sebelumnya musim hujan ke kemarau.

Sebagai upaya tindak lanjut, Maidi mengaku sudah meminta dinas kesehatan (dinkes) dan seluruh lurah untuk melakukan pengendalian wabah DBD. Seperti dengan menggalakkan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan pemfogingan. Terutama di wilayah-wilayah endemis DBD. ‘’Kalau hanya difoging saja tentu tidak akan sampai membunuh jentik-jentik nyamuk yang ada,’’ ujarnya.

Sementara untuk meningkatkan pelayanan kepada pasien, Maidi mengungkapkan sudah menyusun masterplan pengembangan RSUD Kota Madiun. Termasuk di dalamnya rencana peningkatan kapasitas ruang melati. ’’Tahun depan sudah kami mulai. Dan, rumah sakit ini nanti saya harap bisa menjadi rujukan paling lengkap,’’ ungkapnya.

Terpisah, Direktur RSUD Kota Madiun dr. Resti Lestantini menyebutkan bahwa ruang melati hanya mampu menampung 30 pasien. Namun, pihaknya menambah sekitar empat bed untuk menampung pasien yang masuk. Tercatat sampai dengan kemarin, ada sekitar 12 pasien yang dirawat di ruangan tersebut. ‘’Di (ruang) rawat jalan itu ada intensif care. Nah, sebagian pasien anak kan masuk kesitu. Jadi, bisa ditambah sekitar 20–25 pasien anak di ruang intensif care tersebut,’’ terangnya. (her/adv/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here