Maidi Nyopir ’’Si Tayo’’Antar Pelajar ke Sekolah

90
PELAYAN MASYARAKAT: Wali Kota Madiun Maidi menyopiri bus sekolah sebagai program pengenalan kepada peserta didik baru Senin (15/7). Dia ditemani oleh Ketua Tim Penggerak PKK Yuni Setyowati dan Kadishub Ansar Rosidi.

MADIUN – Hari pertama sekolah, siswa SD di Kota Madiun terlihat antusias. Apalagi mereka yang di kelas I. Sekolah di bangku SD membawa suasana baru bagi setiap murid. Bahkan orang tua murid ikut mengawal anaknya ke sekolah lebih pagi.

Wawali Kota Madiun Inda Raya Ayu Miko Saputri adalah salah satunya. Dia bangun lebih pagi menyiapkan segala keperluan kedua anaknya masuk sekolah. Diawali dengan mengantarkan anak sulungnya, R. Alarick Guardiola Adhitama Raya, masuk SDN 05 Madiun Lor.

SUASANA BARU: Wawali Inda Raya mengantarkan putranya R. Alarick Guardiola Adhitama Raya masuk SDN 05 Madiun Lor Senin (15/7).

Wawali perempuan pertama di Kota Karismatik itu tiba sekitar pukul 06.30 di sekolah mengendarai mobil dinas AE 2 BP. Selain mengantar putranya, Inda juga menyempatkan diri menemui guru dan pelajar SD itu. Sebelum kemudian ikut apel pagi di balai kota bersama Wali Kota Maidi.

Setelah itu, Inda meminta izin pamit sebentar untuk mengantar si bungsu, RR Aimilionamora Adhitama Raya, masuk di TK Cendekia sekitar pukul 07.45. Politikus PDI Perjuangan ini mengaku menuruti anjuran mendikbud.

Menurutnya, dengan mengantarkan anak pada hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang, bisa memberikan dukungan mental pada sang anak. ‘’Saya termasuk yang well prepare banget di hari pertama anak masuk sekolah. Saya juga punya kesepakatan di keluarga, kalau nanti sudah masuk sekolah harus mandiri dan mengikuti pembelajaran guru,’’ kata Inda.

Sementara itu, Wali Kota Madiun Maidi melewati hari pertama masuk sekolah dengan menjadi sopir bus sekolah dadakan. Pengalaman itu didapat di sela-sela waktu dirinya meninjau fasilitas ’’Si Tayo’’ bersama Ketua Tim Penggerak PKK Yuni Setyowati dan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Ansar Rosidi.

Ada beberapa masukan yang diperoleh Maidi dari pelajar yang menjadi penumpang bus sekolah gratis berkelir kuning tersebut. Seperti perlunya ditambah sound musik dan rute. Sejumlah usulan itu diharapkan bisa dipenuhi oleh dishub dalam waktu dekat. ‘’Kami juga berencana menambah tiga armada bus sekolah kembali tahun depan,’’ katanya.

Rencana penambahan armada itu berkaca dari tingginya antusiasme siswa memanfaatkan bus sekolah tersebut. Pihaknya juga tengah mengupayakan optimalisasi lyn sebagai sarana transportasi pelajar gratis.

Saat ini, sudah ada sebanyak 12 lyn yang dioperasionalkan untuk angkutan pelajar gratis. Trayeknya juga sudah ditentukan. Tetapi cakupannya lebih luas dibandingkan bus sekolah. Dengan begitu, memudahkan mobilisasi siswa saat berangkat dan pulang sekolah. ‘’Sudah ada koperasinya juga yang mengelola. Jadi, memudahkan kami dalam proses pembayaran kepada sopir lyn,’’ tuturnya.

Maidi juga meminta sekolah bisa menjadi tempat yang menyenangkan untuk anak belajar. Terlebih pada tahun ini pemkot baru memulai program lima hari sekolah. Karena itu, dia mengharapkan tidak ada kekerasan dan perundungan ketika masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) kepada peserta didik baru. ‘’Seluruh sekolah harus bisa menyelenggarakan sekolah ramah anak,’’ ucap mantan sekda Kota Madiun tersebut. (her/c1/ota/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here