Maidi ’’Kembali’’ Mengajar Geografi

70

MADIUN – Wali Kota Madiun Maidi ikut ambil bagian dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2019. Kemarin (2/5), dia “kembali” mengajar setelah satu dekade meninggalkan dunia pendidikan.

Puluhan siswa SMAN 1 Madiun yang mengikuti kesempatan satu jam tatap muka bersama Maidi tersebut sangat antusias. Pelajaran yang diulang oleh Maidi adalah geografi. ’’Selain sosiologi, pada tahun 1989 lalu saya juga mengajar geografi di sekolah ini,’’ kata Maidi di hadapan 34 siswa kelas XI.

Selain berbagi pengalaman, dia juga berbagi pemahaman bahwa mata pelajaran geografi bukan sekadar urusan studi tentang sifat permukaan bumi. Namun juga berkaitan dengan banyak hal lain. Perubahan kondisi alam, misalnya. Seperti adanya bencana banjir yang kerap melanda Kota Madiun.

Karena itu, wali kota berusaha memberi peserta didik motivasi untuk berkontribusi dalam setiap kesempatan yang dibukakan oleh pemkot. Terutama untuk mengatasi masalah banjir. Para siswa ditanyai satu per satu oleh mantan sekda Kota Madiun tersebut.

Jawabannya bervariasi. Ada yang mengatakan bahwa penanganan banjir di Kota Madiun perlu disesuaikan dengan tata ruang. Ada pula yang mengutarakan bahwa permasalahan banjir bisa rampung cukup dengan perbaikan drainase dan reboisasi.

Beruntung salah satu siswa yang bisa memaparkan tentang penanganan soal banjir itu diberi reward oleh Maidi. Yaitu, berupa bantuan pembayaran biasa sekolah (SPP) selama tiga bulan.

Kesempatan itu diperoleh Caesar Ilham Akbar. Selain Ilham, ada dua siswa lainnya yang juga mendapat bantuan pembiayaan pendidikan dari orang nomor satu di Kota Madiun tersebut. Mereka adalah Darmatungga Pramuda Wardani dan Farra Zafrina. Masing-masing mendapat bantuan biaya pendidikan tujuh bulan dan satu bulan.

Dalam kesempatan itu, Maidi juga memberikan inspirasi pada seluruh siswa SMAN 1 Madiun melalui pengalamannya. Bahwa kunci sukses yang utama adalah semangat dan keyakinan yang kuat. ’’Saya punya prinsip dalam menjalani hidup, saya harus bisa lebih baik dari orang tua saya,’’ ungkap Maidi.

Karena itu, dalam program kerjanya selama lima tahun ke depan peningkatan kualitas pendidikan menjadi fokus utama. Seperti memberikan tambahan bantuan beasiswa bagi siswa dari Kota Madiun yang menempuh pendidikan kedokteran di UGM, Unair dan Unibraw.

Menurut Maidi, program itu sengaja diadakan supaya persoalan kekurangan dokter yang terjadi di Kota Madiun dapat teratasi. Apalagi, hampir setiap tahun sekitar 200 pegawai pemkot pensiun. ’’Dengan begini, saya berharap anak-anak Kota Madiun bisa tetap memberikan kontribusi kepada daerahnya,’’ ungkap pejabat asal Magetan tersebut.

Pada momentum hardiknas 2019, Maidi juga menyampaikan harapannya kepada guru dan pelajar di Kota Madiun. Supaya mereka terus berinovasi dalam mempelajari sebuah ilmu pengetahuan. ‘’Kita harus berani menghadapi semua perubahan yang ada. Maka, sarana prasarana yang ada di sekolahan tersebut diharapkan bisa dimaksimalkan untuk membawa kemajuan di dunia pendidikan,’’ harap Maidi. (her/adv/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here