Maidi: Kami Cinta Indonesia

73
INDAHNYA INDONESIA: Wali kota Madiun Maidi bersama Ketua TP PKK Kota Madiun Yuni Setyawati Maidi, dan Wawali Inda Raya menari bersama warga Papua yang ikut di karnaval kemerdekaan di Kota Pendekar, Rabu (28/8).

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Seluruh komponen masyarakat Kota Madiun menyambut antusias pawai (karnaval) kemerdekaan yang digelar Rabu (28/8). Warga Madiun Raya tumplek blek memenuhi sepanjang jalur protokol menyaksikan tampilan dari peserta.

Independence Day Carnival mengambil start dari depan Balai Kota. Berikutnya melintasi Jalan Panglima Sudirman, Jalan Mastrip, dan berakhir di depan kantor satpol PP, Jalan Sombo. Dalam karnaval kemerdekaan bertemakan Bahagia Indonesiaku tersebut, total diikuti 43 peserta. Tim-tim itu dari berbagai instansi, lembaga, dan sekolah dengan mengenakan busana kebesaran kerajaan dan adat istiadat Indonesia. Para peserta berjalan kaki menyusuri rute-rute yang dilalui. Di belakangnya ada iring-iringan mobil hias.

Karnaval dimulai sekitar pukul 14.00. Namun, ribuan warga telah berjubel dan memadati jalan sejak pukul 13.30. Wali Kota Madiun Maidi mengibarkan bendera di garis start sebagai tanda dimulainya karnaval kemerdekaan. Satu per satu mobil hias melintas.

Wali Kota Maidi menyatakan, karnaval tersebut merupakan bagian dari puncak perayaan HUT ke-74 Kemerdekaan RI. Sekaligus untuk menghibur warga Kota Madiun. Selain itu, karnaval sengaja melibatkan seluruh OPD sebagai ajang mengisi kemerdekaan. Dengan begitu, para pejabat tidak hanya sebagai penonton, tetapi juga ikut terlibat di dalamnya. Seperti mengenakan pakaian pejuang maupun keragaman budaya.  ’’Inilah bahwa NKRI harga mati. Kita mencintai negara Indonesia. Kita wujudkan keragaman dalam kegiatan karnaval ini,’’ serunya.

Dalam kesempatan tersebut, Maidi berdandan sebagai Sentot Prawirodirdjo, seorang panglima perang Pangeran Diponegoro asal Madiun. Sedangkan, Wawali Inda Raya memakai pakaian Papua dan Sekda Rusdiyanto berbaju beskap Jawa. Semua OPD all-out menampilkan kreasinya. Seperti diskominfo menampilkan mobil berhias bunga dengan pesan gempur rokok ilegal. Ada pula perfom model serta tari tradisional.

Kepala Disbudparpora Kota Madiun Agoes Purwowidagdo mengatakan, karnaval kemerdekaan serta pawai mobil hias diikuti berbagai instansi di Kota Madiun. Tema karnaval mengusung Bahagia Indonesiaku dengan mengedepankan kebinekaan budaya. ’’Kami melibatkan semua masyarakat. Mulai siswa sampai pelaku usaha dan instansi vertikal,’’ katanya.

Dia bersyukur karena antusiasme masyarakat begitu tinggi. Selain pengunjung karnaval berjubel, peserta melebihi target. Tercatat ada 54 peserta yang ikut. Mereka dikelompokkan sesuai dengan budaya yang ditampilkan. Mulai dari reyog, parade drumben, hingga mobil hias. ’’Nuansa kebinekaan sangat kuat ditampilkan oleh para peserta,’’ ujar mantan kepala BPKAD tersebut. (her/c1/ota/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here