Luka Bakar 70 Persen, Iin Akhirnya Tutup Usia

83

PONOROGO – Perjuangan Iin Indarwati, 38, melawan luka bakar yang mendera akhirnya membuatnya tutup usia. Ibu tiga anak korban kebakaran di rumahnya itu meninggal dunia di ruang ICU RSUD Dr. Hardjono, pukul 22.00, Selasa (7/5). ‘’Luka bakarnya cukup serius,’’ kata dr Heru Iskandar.

Dokter Bedah dr Hardjono Ponorogo itu mengatakan, korban menderita luka bakar sekitar 70 persen. Iin juga mengalami trauma sehingga menyebabkan gangguan pernafasan. ‘’Gangguan pernafasan yang cukup akut biasanya (terjadi) saat api menyambar dari arah depan,’’ lanjutnya.

Kondisi korban memang semakin memburuk sejak dirawat Sabtu (4/5). Kendati, seluruh upaya medis telah dilakukan. Mulai merawat dan mengamankan luka bakar, hingga pembersihan luka, serta perawatan intensif. ‘’Kondisinya semakin memburuk karena trauma,’’ ungkapnya.

Heru menyebut, luka bakar yang mendera juga membuat korban mengalami gangguan cairan. Itu pun telah ditangani dan dimonitor sesuai kebutuhan. ‘’Sejak pertama dirawat, almarhumah tetap ruang ICU,’’ sambungnya.

Rukani, suami korban juga terbaring di ruang HCU. Dia juga menderita luka bakar sekitar 40 persen. Sampai kini pun masih harus mendapatkan perawatan intensif. ‘’Kondisi suami lebih stabil dibandingkan istri. Tidak sampai trauma dan kritis,’’ sambungnya.

Kebakaran sekitar pukul 17.00, Sabtu (4/5) itu bermula saat suami melayani tambal ban dan istri memindahkan bensin dari jirigen ke botol. Di kios yang menjadi satu dengan rumah pasutri itu di Kapuran, Badegan. Percikan api yang diduga dari peralatan tambal ban menyambar bensin yang dipindahkan almarhumah. Api cepat membesar dan menyambar keduanya. Juga, menghanguskan rumah beserta isinya. ‘’Awal masuk ke sini, istrinya sudah tidak sadarkan diri. Sedangkan suaminya masih sadar,’’ ucapnya. (mg7/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here