Luis Leeds, Pembalap Australia Berdarah Ngawi Berniat Bela Indonesia di Ajang F1

1025

Nama Luis Leeds belakangan ini menjadi sorotan berbagai media tanah air. Itu terjadi setelah pemuda blasteran Australia-Indonesia tersebut mengungkapkan keinginannya membela Indonesia di ajang balap Formula 1.

—–

‘’SO surprise,’’ kata Maria Parker, ibunda Luis, mengomentari niat sang putra membela Indonesia di ajang Formula 1 (F1). Dia tidak menyangka, meski besar di Australia, anak sulungnya yang memiliki nama lengkap Luis William Mahendra Leeds itu cinta Indonesia.

‘’Saya yang ibunya saja kaget lho mendengar keinginannya. Padahal, di sini (Australia, Red) sudah nyaman, sudah enak,’’ ungkap Maria saat dihubungi Jawa Pos Radar Ngawi.

Maria menyebut, niat Luis membela Indonesia merupakan kemauan pribadi. Tidak ada yang menyuruh. Baik dirinya maupun pemerintah Indonesia. ‘’Mungkin jiwa nasionalismenya (untuk Indonesia) memang tinggi,’’ ujar perempuan asli Desa Kauman, Widodaren, Ngawi, itu.

Luis tidak melupakan Indonesia, negeri asal ibunya. Dibuktikan dengan selalu memasang bendera merah-putih berdampingan dengan bendera Australia di mobilnya saat balapan. ‘’Dia membalap untuk Australia, tapi di mobil dan bajunya selalu ada bendera Indonesia,’’ imbuh Maria.

Maria pernah menanyakan alasan Luis selalu memasang bendera Indonesia saat balapan. Jawaban yang dilontarkan sang anak membuat perempuan itu terharu. ‘’Aku punya darah Indonesia, aku bangga jadi anak Indonesia. Aku menghargai Mama sebagai orang Indonesia, sebagai orang Ngawi,’’ papar Maria menirukan ucapan Luis.

Jika kelak turun di Formula 1, kata Maria, Luis ingin mencatat prestasi melampaui Rio Haryanto, pembalap Indonesia pertama yang turun di ajang bergengsi itu. Pun, siap beradu speed dengan pembalap kenamaan seperti Lewis Hamilton, Sebastian Vettel, dan pembalap dunia lainnya di lintasan F1. ‘’Sebentar lagi dia harus menetapkan pilihan kewarganegaraan antara Indonesia atau Australia,’’ tuturnya.

Saat ini, Luis masih memiliki dua kewarganegaraan. Namun, kelak setelah usianya menginjak 21 tahun harus memilih salah satu, berkewarganegaraan Australia atau WNI. ‘’Sekarang usianya 19 tahun, jadi dua tahun lagi Luis harus menentukan pilihannya,’’ kata Maria.

Pekan lalu Luis bersama Maria ke Jakarta menemui Menpora Imam Nahrawi, menyampaikan harapan bisa membela Indonesia di ajang Formula 1. Pun, Maria lega setelah mengetahui respons pihak Kemenpora yang menyatakan mendukung keinginan Luis. ‘’Kami berharap doa dan dukungan masyarakat Indonesia, terutama warga Ngawi,’’ ucapnya.

Luis saat ini tercatat sebagai pembalap Formula 4. Pemuda itu membela tim Red Bull Racing dengan mobil balap pabrikan Mercedes. Pada musim 2019 ini Luis berhasil menjadi jawara Australian Formula 4 Championship. Itu diraih setelah mencatat sembilan kali finis pertama dan 17 kali naik podium. (tif/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here