Lubang Jalan Dibiarkan, Dua Bulan Makan Enam Korban

100

NGAWI – Jalan nasional Ngawi-Caruban kembali makan korban. Minggu malam lalu (3/3) seorang pemuda asal Desa Karangtengah Prandon terjatuh setelah melintasi lubang di jalur tersebut. Tepatnya masuk wilayah RT 03 RW 07 Dusun Nglarangan, Desa Karangasri. ‘’Untungnya hanya luka lecet,’’ ungkap Sukeni, ketua RT setempat, kemarin (4/3).

Sukeni mengungkapkan, kondisi jalan nasional yang masuk wilayah desanya itu sekilas tidak rusak parah. Namun, jika dilintasi banyak lubang berukuran lumayan besar dan dalam. Jika pengendara motor tidak hati-hati bisa jatuh terjerembab. ‘’Dua bulan terakhir ini kalau nggak salah sudah enam orang yang jatuh,’’ sebutnya.

Dia menyebut, insiden pengendara terjatuh biasanya terjadi malam hari. Maklum, selain berlubang, belum ada lampu penerangan jalan umum (PJU). Tidak ingin korban terus berjatuhan, warga berinisiatif memasang penanda. Mulai ranting pohon, batang pisang, hingga karung berisi sekam. ‘’Supaya orang bisa menghindari lubang,’’ imbuhnya.

Sukeni menyayangkan lambannya pemerintah menangani kerusakan jalan itu. Sejak dua bulan lalu, kata dia, belum sekali pun dilakukan penambalan. Kecuali hanya memberikan tanda di sekitar lubang jalan dengan cat warna putih. ‘’Itupun sudah dua bulan lalu,’’ ucapnya.

Pengawas lapangan PPK 15 Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya Dwi Joko Susanto mengatakan, lokasi yang dimaksud warga itu bukan menjadi kewenangannya. Melainkan pihak PPK 23 BBPJN VIII Surabaya di Nganjuk. Padahal, sebelumnya dia menyebut yang termasuk wilayahnya adalah ruas jalan Ngawi-Caruban, Ngawi-Mantingan, dan Ngawi-Maospati. ‘’Itu (lokasi yang dimaksud warga, Red) di luar wilayah kamik,’’ ujarnya. (tif/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here