Luasan Perpusda Magetan Jauh dari Ideal

49

MAGETAN – Luasan perpustakaan daerah (perpusda) Magetan jauh dari kata ideal. Saat ini ruang pelayanan hanya 300 meter persegi. ’’Masih jauh dari standar,’’ ujar Pelaksana tugas (Plt) Dinas Arpus Kabupaten Magetan Gatot Sapto Priyono.

Jika mendasar pada standar perpustakaan nasional, luas gedung harus sekurang-kurangnya 0,008 meter per kapita dikalikan jumlah penduduk. Sedangkan jumlah penduduk Magetan hingga 2016 lalu mencapai 684.053. Paling tidak ruang pelayanan yang tersedia adalah 0,5 hektare. Bahkan, luas keseluruhan lahan dinas arpus masih belum mencapai standar nasional tersebut. Secara keseluruhan, termasuk tempat parkir, hanya seluas 450 meter persegi. ’’Bagaimana lagi karena adanya ini,’’ katanya.

Dengan ketersediaan ruangan yang ada, Gatot harus pandai mengatur tata ruang. Yakni membagi ruang baca dewasa, anak, dan tempat rak koleksi buku. Saat ini, ruang baca dewasa berada di antara rak-rak buku. Ada dua tempat, pada sisi utara dan selatan. Sedangkan sisi paling utara, digunakan untuk ruang baca anak. Ruang layanan itu menjadi satu dengan kantor staf. ’’Kalau sudah pindah ke lantai bawah, akan pisah antara pelayanan dan kantor. Tapi, luasannya sama,’’ jelasnya.

Kendati ruang pelayanan itu terbilang sempit, Gatot berdalih tidak mengganggu pelayanan yang diberikan. Masih maksimal. Baik pembaca dewasa dan anak-anak tetap mendapatkan fasilitas. Pun, saat kunjungan pembaca anak-anak, ruang baca yang dilengkapi permainan itu masih bisa menampung. Jika sudah dipindahkan pada lantai bawah, nantinya bakal ada penataan ulang. Sehingga bisa dipisahkan antara pembaca anak-anak dan dewasa. ’’Sampai saat ini kami tidak menemui masalah,’’ katanya.

Ketidakstandaran ruang pelayanan menurut Gatot sudah digantikan dengan koleksi buku. Jumlahnya melebihi standar. Standarnya yakni 0,025 perkapita dikalikan jumlah penduduk. Saat ini, Dinas Arpus memiliki 56.130 judul buku, artinya jumlah koleksi perpustakaan mencapai 0,08 atau di atas standar. Pun, dengan koleksi terbaru (lima tahun terakhir) yang mencapai 76.617 eksemplar atau 11,79 persen. standarnya yakni 10 persen dari jumlah koleksi. ’’Untuk koleksi dan judul buku yang kami miliki tidak masalah, di atas standar,’’ katanya.

Pun, dengan pelayanan yang diberikan perpustakaan sudah berbasis informasi dan teknologi (IT). Tidak semua perpustakaan menerapkan pelayanan tersebut. Untuk mencari koleksi, pengunjung tak perlu mencarinya di catalog tradisional, melainkan sudah bisa search pada perangkat computer yang disediakan perpustakaan. Koleksi buku itu bahkan sudah bisa dibaca menggunakan smartphone berbasis android. Warga bisa mengunduh aplikasinya secara gratis. ‘’Gedungnya memang masih belum standar, tapi pelayanan yang kami berikan sudah melebihi standar,’’ pungkasnya. (bel/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here