Luasan Hutan Terbakar Mencapai 30 Hektare

99

NGAWI – Kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu belum berhenti. Selama tiga hari membara, taksiran luasan hutan terbakar sekitar 25—30 hektare. Upaya pemadaman terus dilaksanakan hingga kemarin (5/9). Sebanyak 150 personel gabungan dari pihak Perhutani dan masyarakat terlatih diterjunkan. ’’Sempat kami lakukan bakar balik, supaya tidak merembet ke hutan produksi,’’ kata ADM Perhutani KPH Lawu Ds Djohan Surjoputro, Rabu (5/9).

Kebakaran hutan kali ini bermula di petak 39 RPH Manyul, BPKPH Lawu Utara, Senin (3/9). Lantaran saking kencangnya angin hingga kemarin, kebakaran merembet sampai ke petak 30. Upaya pemadaman terus dilakukan. Namun, kata Djohan, kondisi medan yang terjal menyulitkan personel terjun ke titik api. Butuh waktu selama empat jam untuk menempuhnya. ’’Langkah bakar balik yang kami lakukan tadi (kemarin, Red) tidak terlalu banyak, sekitar 150 meter,’’ sebutnya.

Djohan mengungkapkan bahwa lahan yang terbakar berbentuk memanjang. Itung-itungan kasar, luasan yang dilahap si jago merah hingga saat ini antara 25—30 hektare. Ditambahkannya, kebakaran sampai hari kemarin tinggal tiga titik. Pihaknya beserta masyarakat satgas damkar bakal melanjutkan pemadaman malamnya dan hari ini. ‘’Kebakaran memanjang. Selama tiga hari sudah kami turunkan 150 personel gabungan untuk memadamkan. Dari enam resort, satu Magetan dan enam dari Ngawi,’’ paparnya.

Djohan belum bisa mengungkapkan secara pasti berapa luasan lahan yang terbakar. Sebab, pihaknya saat ini berfokus untuk memadamkan api terlebih dulu. Itu tidak lepas dari lokasi kebakaran yang terjadi di kawasan hutan lindung. Artinya, api bakal cepat merambat lantaran terdapat banyak bahan bakar (pohon-pohon lapuk) di sana. Angin juga kencang. ’’Fokus memadamkan dulu. Setelah itu baru dilakukan penghitungan luasan lahan yang terbakar,’’ kata Djohan.

Djohan mengklaim pihaknya saat ini sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak. Itu sebagai salah satu langkah dalam upaya memadamkan kebakaran hutan lereng Lawu. Koordinasi rutin sudah dilakukan dengan pihak TNI, Polri, maupun BPBD setempat. ’’Yang menjadi kendala adalah medan yang menyulitkan tim untuk menuju titik kebakaran,’’ ucapnya.

Ada asap tentu ada juga api. Tentang penyebab kebakaran hutan lereng Lawu kali ini, Djohan mengungkapkan penyebabnya condong ke ulah manusia. Namun, dia tidak mau buru-buru ambil kesimpulan. Dalam hal ini, yang dimaksud adalah adanya unsur kesengajaan atau tidak. Prediksi sementara, kebakaran beberapa pekan lalu menjadi penyebab. Yakni, kondisi kayu-kayu yang masih mureng lantas tersulut kembali. ‘’Kami fokus ke pemadaman dulu. Untuk kepastian penyebabnya, butuh penyelidikan lebih lanjut,’’ ujar Djohan. (mg8/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here