LSM Nekat Polisikan Ipong

56

KOTA – Goyangan kursi Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni semakin kencang saja. Bukan hanya massa Aliansi Masyarakat Ponorogo Tertindas (AMPT) yang menuntut mundur dari jabatannya, Rabu (11/4). Belasan perwakilan aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) nekat memolisikan Ipong. ‘’Kami tidak terima statemen bupati yang menyebut LSM adalah anjing penjaga,’’ kata Sunardi, salah seorang aktivis LSM usai menggelar aksi di depan kantor pemkab setempat kemarin (12/4).

Niat memolisikan Ipong itu bermula dari sakit hati para aktivis LSM saat mengikuti musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) 28 Maret 2018 lalu. Dalam sesi tanya jawab, entah disengaja atau tidak, Ipong sempat menyebut LSM itu layaknya anjing penjaga atau watchdog. ‘’Sebutan itu sangat tidak mengenakkan kami,’’ tegas ketua LSM Laskar Wengker ini.

Bahkan mereka menganggap itu sebagai ujaran kebencian atau hate speech. Lebih parah lagi, lanjut Sunardi, ketika itu Ipong tak menyebut LSM secara spesifik. Sehingga, Sunardi menyimpulkan ucapan Ipong itu berlaku untuk semua LSM. Bukan hanya di Ponorogo tapi juga di seluruh Indonesia. ‘’Jadi nanti jika ada LSM dari luar daerah yang menuntut (Bupati Ipong), menurut kami sah-sah saja,’’ ujarnya sembari menyebut di Ponorogo ada sekitar 12 LSM.

Sunardi mengklaim, sikap ini merupakan reaksi spontanitas para aktivis LSM di Ponorogo atas pernyataan Ipong tersebut. Kendati kejadiannya sudah sekitar dua pekan lalu, kemarin mereka mendatangi Mapolres Ponorogo untuk melaporkan ucapan Ipong. ‘’Kami ingin aparat penegak hukum tegas memproses kasus ini,’’ desaknya.

Sekitar 20 massa koalisi LSM tiba di depan kantor Pemkab Ponorogo sekitar pukul 09.10. Mereka sempat berorasi menggunakan pengeras suara sambil mengibarkan bendera merah. Mereka menolak tawaran audiensi. Apalagi mereka sudah tahu Bupati Ipong sedang di luar kota. Sehingga, massa memilih bergeser ke Mapolres Ponorogo untuk melaporkan secara resmi masalah itu.

Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Rudi Darmawan membenarkan telah menerima laporan dari perwakilan LSM tersebut. Pihaknya berjanji akan menyelidiki laporannya. Barang bukti yang diserahkan ke polisi berupa rekaman ucapan Ipong dan keterangan beberapa aktivis LSM. ‘’Masih berupa pengaduan, nanti akan kami tindak lanjuti dengan penyelidikan,’’ jelasnya.

Dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Bupati Ipong menanggapi dingin laporan para aktivis LSM ke polisi tersebut. Dia akan melihat materi laporannya. Jika berdasarkan fakta, Ipong akan mengikutinya sesuai prosedur. Sebaliknya, jika tidak, dia mengancam akan melaporkan balik dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Ipong juga menjelaskan ucapannya dalam musrenbang tersebut. Ketika itu, Ipong membeber di Amerika Serikat lembaga seperti LSM berperan sangat baik bagi pemerintahan. Terutama dalam hal kontrol kebijakan. Karena itu, di negeri Paman Sam itu lembaga seperti LSM sering disebut watchdog (anjing penjaga). ‘’Jadi saya itu ngasih contoh (kepada LSM di Ponorogo) dan itu (watchdog) baik. Bukan sebaliknya,’’ paparnya.

Dari penjelasan itu, Ipong menegaskan ucapannya tersebut bukan menuduh atau menganggap LSM layaknya anjing penjaga. Dia ingat betul apa yang disampaikannya saat itu. Jika perlu, semua rekaman video kegiatan itu bisa diputar kembali agar lebih jelas. ‘’Jadi bukan menuduh, saya bilang di Amerika lembaga kayak LSM itu mejalankan fungsi bagus sekali yang sering disebut wacthdog,’’ tegasnya. (tif/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here