Lowongan Disabilitas Kosong Melompong

192

MADIUN – Lowongan penyandang disabilitas tak laku hingga penutupan pendaftaran CPNS pukul 23.59 Senin lalu (15/10). Padahal, sampai batas penutupan, jumlah pelamar untuk Pemkot Madiun sudah mencapai 3.537 orang. Dimungkinkan bertambah lantaran data masuk ke BKD baru sampai pukul 06.00, Selasa (16/10). ’’Masih ada kemungkinan bertambah karena 309 belum masuk hasil verifikasinya dari BKN,’’ kata Kabid Formasi Pengembangan dan Administrasi Kepegawaian BKD Kota Madiun Joedhi Riandono kemarin.

Kedua lowongan penyandang disabilitas yang tak laku itu antara lain jabatan Analis Kepegawaian Ahli Pertama di Bagian Umum serta Pranata Komputer Terampil di bapenda. Dari total 174 lowongan tersedia, hanya dua lowongan tersebut yang nol pendaftar. Selebihnya terisi. Termasuk lowongan cum laude. Bahkan, ada lowongan yang pendaftarnya sampai membeludak. Terlaris yakni jabatan Perencana Ahli Pertama di bappeda bagi lulusan S-1 Ekonomi Pembangunan dan S-1 Manajemen. Hanya dua posisi, didaftar 229 orang.

’’Karena tidak ada yang mendaftar (lowongan disabilitas), sebenarnya ya eman-eman (disayangkan, Red). Terpaksa dibiarkan kosong,’’ ujarnya.

Dari 3.537 pendaftar, sebanyak 2.697 di antaranya dinyatakan lulus seleksi administrasi. Artinya, mereka berhak mengikuti seleksi kompetensi dasar (SKD) sebagai tahapan berikutnya menjadi abdi negara di Pemkot Madiun. Lantas, bagaimana persiapan pemkot? Rupanya kemarin Sekda Rusdiyanto dan Kepala BKD Haris Rahmanudin bertolak ke Surabaya. Mereka mengikuti rapat koordinasi dengan BKN dan pemerintah kabupaten/kota di Jatim berkaitan dengan pelaksanaan seleksi CPNS.

Informasi terbaru yang diterima Joedhi, sebanyak 400 unit perangkat komputer disiapkan oleh BKN untuk pelaksanaan SKD di Wisma Haji. Rencananya, ratusan komputer itu digunakan untuk SKD enam pemerintah kabupaten/kota di eks Karesidenan Madiun. Sarpras penunjang lainnya juga akan disiapkan bersama oleh enam pemerintah daerah tersebut. ‘’Meliputi CCTV, metal detector, hingga alat scan barcode untuk memeriksa identitas pelamar yang sudah diregistrasi,’’ sebut Joedhi.

Dengan total pelamar yang lulus administrasi diestimasikan sekitar tiga ribu, Joedhi memperkirakan SKD untuk ribuan pelamar itu bisa tuntas dalam waktu dua hari. Pasalnya, sesuai rencana awal, SKD akan digelar lima sif per hari. Sehingga total ada sekitar dua ribu pelamar yang mengikuti SKD setiap harinya. Dengan asumsi setiap sif jumlah pelamar 400 orang. ‘’Dengan estimasi seperti itu, SKD untuk pelamar CPNS Pemkot Madiun bisa selesai dalam waktu dua hari,’’ paparnya. (naz/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here