Los 4 Pasar Sementara Mulai Bergeliat

75

PONOROGO – Los 4 di sudut barat-selatan pasar sementara mulai terisi. Setelah hampir dua pekan hanya sedikit pedagang yang menjajakan dagangannya di areal tersebut. Tersebab sikap sebagian besar pedagang eks stasiun yang semula enggan direlokasi. ‘’Kami sejak awal memang bersedia (direlokasi) pemerintah,’’ kata seorang pedagang eks stasiun yang namanya enggan dikorankan kemarin (18/1).

Los 4 dan emperan sekitarnya oleh pemkab diperuntukkan 256 pedagang eks pengadilan dan 404 pedagang dari eks stasiun. Sejak tenggat waktu relokasi 6 Januari lalu, baru pedagang eks pengadilan yang mulai boyongan. Dari seluruh pedagang eks stasiun, 260 di antaranya baru bersedia boyongan sepekan terakhir. Salah satunya, pedagang aneka jajanan yang ditemui Radar Ponorogo kemarin. Perempuan parobaya itu mengaku sudah 15 tahun berdagang di eks stasiun. ‘’Menurut kami, pasar ini baru ramai kalau pasar eks stasiun sudah tidak beroperasi. Karena masih ada yang berjualan di sana, pembeli pilih ke sana,’’ ujar perempuan parobaya yang sudah 15 tahun berniaga di eks stasiun itu.

Ya, meski 6 Januari lalu ribuan pedagang Pasar Legi Songgolangit dan eks pengadilan sudah boyongan ke pasar sementara, masih tersisa ratusan pedagang yang beroperasi di eks stasiun. Dua pekan bertahan di eks stasiun seakan mengganggu peruntungan pendapatan pedagang di pasar sementara. Sebab, konsentrasi pembeli terpecah. ‘’Di sini (pasar sementara, Red) omzet pedagang belum sepenuhnya pulih. Rata-rata menurun sampai 40 persen,’’ kata Sekretaris Perhimpunan Pedagang Pasar Legi Songgolangit Shenkli Fauzi.

Sebetulnya, para pedagang eks stasiun telah mengutarakan berbagai alasan mengapa urung bersedia direlokasi. Salah satunya, ruang berjualan yang belum jelas. Sementara  pendapatan dari berjualan di pasar eks stasiun terbilang lumayan.

Menanggapi itu, Kabid Penataan Pasar Disperdakum Fitri Nurcahyo mengklaim telah menampung dan mencarikan solusi atas keluhan tersebut. Salah satunya, menyediakan ruang dan berbagai fasilitas semaksimal mungkin. ‘’Mau bagaimana lagi, kondisinya memang seperti itu. Harus dapat dimengerti semua pihak karena ini sifatnya darurat,’’ ujar Fitri.

Jika semua pihak, khususnya pedagang eks stasiun, dapat mengerti, persoalan penurunan omzet dan terpecahnya konsentrasi pembeli antara eks stasiun dan pasar sementara diyakininya segera terurai. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here