Longsor, Rumah Rismanto Jadi Mirip Rumah Panggung

83

PACITAN – Bencana banjir dan longsor di wilayah Kecamatan Kebonagung, Pacitan, Jumat pekan lalu (7/12) ternyata berdampak cukup masif. Rumah Rismanto, warga Dusun Kresek, Desa Gawang, misalnya, berubah jadi rumah panggung. Sebab, tebing di bawah bangunan rumahnya bagian belakang melorot. ‘’Hilang hampir separo. Padahal dulu banyak tanahnya,’’ kata Rismanto kemarin (14/12).

Rismanto mengungkapkan, saat itu hujan deras mengguyur desanya sejak pukul 18.00. Dia bersama istri dan anaknya tengah bersantai di ruang tamu. Dia sempat waswas hujan tak kunjung mereda. Dua jam berselang, terdengar suara bergemuruh di belakang rumahnya. ‘’Saya, istri, dan anak langsung lari ketakutan. Saya kira jauh, ternyata di belakang rumah,’’ ujarnya.

Dia menambahkan, sejak kejadian tersebut, rumah yang dibangun 2002 lalu itu tak lagi dia tempati. Sebab, dia waswas longsor susulan bakal kembali terjadi. Apalagi, tak hanya bagian belakang,  longsor juga terjadi di samping rumahnya. Sehingga, dia memilih mengungsi ke rumah kerabatnya tak jauh dari tempat tinggalnya. ‘’Semua perabotan sudah saya pindahkan ke rumah saudara,’’ terangnya.

Dia berencana bakal merobohkan bangunan rumahnya. Sebab, dia tak berani lagi menempatinya. Namun, meski punya lahan di lokasi lain, dia bingung dengan biaya untuk membangun rumah lagi. Apalagi, tabungan berupa ratusan ekor ayamnya hilang setelah kejadian. ‘’Saat ini hanya mengandalkan hasil jualan kopi di bawah (tepi Jalur Lintas Selatan/JLS, Red),’’ tuturnya.

Menurut Rismanto, beberapa bulan lalu kepala desa setempat mewacanakan untuk memasang bronjong di tebing bawah rumahnya. Sebab, lokasi tersebut juga jalan desa. Praktis, saat longsor pekan lalu, akses keluar masuk desa tertutup total. Dua hari kemudian baru kembali normal setelah dikerahkan alat berat. ‘’Warga juga gotong royong membersihkan material karena jalan jadi licin,’’ imbuhnya.

Selain membuat rumahnya nggawing di atas tebing, longsor juga mengakibatkan dua rumah warga setempat lainnya terancam. Pasalnya, hanya berjarak sekitar empat meter dari rumahnya. Namun, lanjut Rismanto, kedua tetangganya itu enggan pindah lantaran menganggap masih aman. ‘’Sebenarnya juga takut, karena pas di depan rumah longsornya,’’ sebut Rismanto. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here