Longsor Putus Pipa PDAM di Desa Tapak

134

MAGETAN – Volume air Waduk Gonggang masih tetap. Hujan perdana pada Rabu lalu (19/9) tidak berpengaruh banyak. Kedalaman masih 9 meter. Dengan volume itu, waduk yang terletak di Desa Janggan, Kecamatan Poncol, itu hanya mampu bertahan hingga sekitar 30 hari ke depan. ’’Biarpun hujannya deras, tapi kalau sekali, masih belum berdampak,’’ kata Direktur Utama PDAM Tirta Lawu Welly Kristanto.

Paling tidak butuh hingga lima kali guyuran hujan untuk daerah Gunung Lawu wilayah selatan agar volume waduk itu meningkat. Yakni, meliputi Kecamatan Poncol dan Kabupaten Wonogiri. Jika sudah diguyur hujan deras hingga lima kali, sungai yang menuju waduk akan kembali teraliri air. Sayangnya, mendasar pada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim penghujan baru akan berlangsung akhir tahun ini atau awal bulan depan. ’’Ini kan faktor alam, jadi kami hanya bisa berharap,’’ ujarnya.

Dikatakan Welly, guyuran hujan perdana itu justru memberikan kerugian. Pasalnya, hujan deras itu mengakibatkan longsor. Alhasil, pipa-pipa saluran mengalami kerusakan. Desa Tapak, Kecamatan Panekan, kini lumpuh total. Tidak ada aliran air yang dapat dirasakan warga di desa teratas Kecamatan Panekan itu. Sumber airnya berasal dari Tirta Gumarang dan tidak ada alternatif lain yang bisa menggantikan sumber aliran air tersebut. ’’Desa lain gabungan dari beberapa sumber, jadi bisa dialihkan,’’ terangnya.

Selain Desa Tapak, pelayanan di Kecamatan Magetan, Plaosan, Panekan, dan Ngariboyo juga terdampak. Suplai air tidak seperti hari-hari biasa. Terlebih bagi rumah-rumah yang lokasinya berada di atas. Pada jam-jam puncak, bahkan airnya mati. Yakni, pada puncak pagi berada pada rentang pukul 5.00–9.00. Puncak sore pada 15.00–20.00. ’’Tetap teraliri, tapi pada titik-titik tertentu mati,’’ ungkapnya.

Ada tiga titik kerusakan pipa tersebut, yakni jaringan pipa yang masuk BTA Sarangan Utara, BPT Mandoran, dan BPT Soge. Pipa dengan diameter 4 inci putus sepanjang 24 meter dan pipa berdiameter 6 inci putus sepanjang 12 meter. Pipa-pipa itu putus terkena longsoran baru. Sedangkan perbaikannya diperkirakan baru kelar hari ini (21/9). Kemarin (20/9) para petugas teknis PDAM sedang melakukan pengecekan lapangan. ‘’Lokasinya susah dijangkau, karena berada di jurang-jurang,’’ terangnya.

Welly menambahkan, pelayanan PDAM memang kerap kali terganggu karena faktor alam. Saat musim kemarau, suplai air kepada para pelanggan tergantung pada ketersediaan air. Terutama yang menggunakan waduk sebagai sumber airnya. Sedangkan pada musim penghujan, pipa-pipa jaringan terancam mengalami kerusakan. Terutama di daerah gunung yang kerap dilanda longsor. (bel/c1/ota)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here