Longsor Nyaris Mengubur Warga yang Hendak Hajatan

77

PACITAN – Satam benar-benar tidak menyangka. Rumahnya yang baru direnovasi tiga tahun silam nyaris lenyap. Hujan deras Rabu malam (30/1) melongsorkan tebing setinggi 10 meter di samping kanan rumahnya. Tiga ruangan dan perabotan pun hancur terkubur tanah. ‘’Saat itu Bapak sedang keluar dan kaget setelah diberi tahu tetangga,’’ kata Totok Yulianto, menantu Satam, kemarin (31/1).

Longsor di Dusun Semen, Gondang, Nawangan, itu terjadi pukul 20.30. Saat itu hujan lebat mengguyur wailayah setempat sejak sore hari. Di rumah mertuanya itu ramai warga yang hendak berangkat hajatan ke tetangganya. Mereka bersantai di ruang tengah sebelum berangkat bareng-bareng. Lima menit selepas beranjak dari ruang tengah, longsor menerjang. ‘’Untungnya sudah berangkat, kalau tidak entah gimana jadinya,’’ ujarnya seakan tak percaya.

Material longsoran menjebol dinding rumah. Ruang tamu, tengah, serta satu kamar tidur rusak. Beberapa perabotan seperti lemari hingga peralatan rumah tangga lainnya rusak tertimbun material. Malamnya, warga setempat mengevakuasi barang yang bisa diselamatkan. Lantaran material longsoran masih terus bergerak merangsek ke rumah Satam. ‘’Bapak diungsikan ke rumah tetangga yang lebih aman,’’ tuturnya. Meski tak ada korban jiwa, Totok memprediksi kerugian akibat longsor lebih dari Rp 20 juta. Kemarin pagi material longsor dibersihkan warga secara gotog royong. ‘’Rencananya mau dibersihkan, kalau gak gitu, gak berani menempati,’’ ungkap Totok.

Dia menyebut kondisi tanah di desanya gembur dan labil. Saat hujan mengguyur, tak jarang terjadi gunturan. Mayoritas, di jalur Pacitan–Wonogiri, Jawa Tengah. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here