Longsor, Akses Penghubung Dua Dusun Putus

36

PONOROGO – Alam mulai tidak ramah, bersamaan datangnya musim penghujan. jalan Desa Wagir Kidul, Pulung, dini hari kemarin (3/12) longsor. Akibatnya, akses penghubung Dusun Bangunsari dan Bresi, desa setempat, itu putus total. Beruntung, saat kejadian sekitar pukul 03.00 tidak ada pengendara yang sedang melintas.

Warga harus memutar melewati jalan Kecamatan Pudak lantaran tidak ada jalur alternatif terdekat. Pun, sekitar 230 kepala keluarga (KK) terancam terisolasi. ‘’Jalan ini satu-satunya penghubung Dusun Bangunsari dan Bresi,’’ kata Munardi, perangkat Desa Wagir Kidul.

Munardi berharap jalan tersebut segera diperbaiki. Sebab, merupakan infrastruktur vital bagi warga setempat untuk melakukan aktivitas ekonomi. ‘’Kasihan warga kalau tidak secepatnya diperbaiki,’’ ujarnya kepada Radar Ponorogo.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Setyo Budiono mengatakan, longsornya jalan tersebut tidak terlepas dari tekstur tanah yang gembur. Apalagi, sebelumnya telah muncul retakan sepanjang tujuh meter di lokasi.

‘’Diguyur hujan dengan intensitas sedang selama dua jam saja akhirnya longsor,’’ tuturnya sembari menyebut keberadaan sungai yang ada di jurang tepi jalan tersebut turut menggerus tanah bagian bawah jalan.

Budi -sapaan akrab Setyo Budiono- menambahkan, usai kejadian, petugas gabungan dari polsek, koramil, dan BPBD, dibantu warga setempat gotong royong membuat tanggul darurat. ‘’Sementara diberi penyangga bambu dan  karung berisi pasir sebagai penahan,’’ jelasnya.

Sehari sebelumnya, hujan menyebabkan sebuah rumah di Desa Tulung, Sampung, roboh. Beruntung, bangunan sedang tidak berpenghuni sehingga tidak sampai memakan korban jiwa. ‘’Rumah tersebut sedang direnovasi, sementara tidak ditempati,’’ tuturnya.

Di hari yang sama, kejadian serupa menimpa salah satu toko di Jalan Soekarno-Hatta, Ponorogo. Atap toko busana yang sedang buka tersebut tiba-tiba roboh. Dua pramuniaga yang sedang berjaga terhindar dari petaka karena langsung lari keluar saat mendengar bunyi retakan dari bagian atap bangunan. ‘’Karena itu, kami imbau saat musim hujan seperti sekarang agar lebih sering mengecek kondisi bangunan,’’ ucapnya. (mg7/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here