Longsor, Akses Pacitan-Wonogiri Lumpuh Total

126

PACITAN – Bencana alam kembali melanda wilayah Pacitan. Hujan deras Sabtu lalu (15/12) mengakibatkan banjir dan tanah longsor di Kecamatan Nawangan. Bahkan, dampaknya, akses Pacitan-Wonogiri, Jawa Tengah, lumpuh total. ‘’Material longsornya lumayan banyak, sampai seluruh jalan tertutup,’’ kata Purnomo, salah seorang warga Dusun Krajan, Temon, Nawangan, kemarin (16/12).

Purnomo menyebut, hujan mulai mengguyur desanya sekitar pukul 16.00. Satu setengah jam kemudian, dia menerima kabar longsor menutup jalan antarprovinsi di desanya. Sehingga tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Hanya sebagian pesepeda motor yang nekat menerobos bahu jalan tersisa. ‘’Gak ada saksi mata saat kejadian,’’ ujarnya.

Tak hanya material tanah, beberapa batang pohon juga bertumbangan. Sekitar pukul 21.00 alat berat datang ke lokasi untuk membersihkan material. Kendaraan roda empat dapat kembali melintas meski harus bergantian karena jalur licin pada dini hari. ‘’Kalau memutar jauh. Harus kembali dulu ke bawah lima kilometer lebih,’’ sebutnya.

Selain wilayah Nawangan, longsor juga melanda Kecamatan Tulakan. Tepatnya, di Desa Wonosidi. Sedikitnya 14 rumah terdampak longsor Sabtu lalu (15/12). Sebab, longsor tersebar di lima dusun berbeda. ‘’Intensitas hujan tinggi sejak sore membuat tanah sekitar bangunan rumah tergerus,’’ kata Slamet, kepala desa setempat, kemarin (16/12).

Dampaknya, kata dia, beberapa rumah warga rusak berat. Mayoritas temboknya jebol diterjang material tanah dan batu. ‘’Sebagian warga yang rumahnya rusak parah mengungsi ke rumah tetangga yang dirasa aman atau ke rumah kerabatnya,’’ jelasnya.

Widodo, salah seorang warga setempat, harus kehilangan tempat tinggalnya karena harus dirobohkan. Sebab, terjangan longsor Minggu (16/12) sekitar pukul 01.00 membuat bangunan rumahnya doyong. Bahkan, ayahnya, Manio, tertimpa pintu rumah yang ambruk. Beruntung hanya luka lecet di tangan. ‘’Semua sedang tidur, gak ada firasat apa-apa sebelum kejadian,’’ ujarnya.

Menurut Widodo, saat kejadian, lima anggota keluarganya kocar-kacir mendengar gemuruh. Widodo yang sedang terlelap terpental dari tempat tidurnya. Beruntung tak ada material rumah yang menimpa dirinya. Mereka pun bergegas menyelamatkan diri semberi berteriak minta tolong. ‘’Kasur saya agak jauh dari tembok, jadi selamat,’’ ungkapnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Didik Alih Wibowo mengatakan tengah mendata dampak hujan lebat Sabtu lalu. Pihaknya juga mencatat di Dusun Pradah, Kedungbendo, Arjosari, 14 warga mengungsi lantaran waswas kebanjiran Sungai Grindulu. Meski keesokan harinya tak didapati bahaya yang dikhawatirkan warga. ‘’Tim sudah kami terjunkan malam kemarin untuk memantau lokasi dan membantu warga,’’ klaim Didik. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here