Madiun

Lolos PPAN, Lutfi Aulia Rahman Bakal Terbang ke Australia

MADIUN – Lutfi Aulia Rahman akan bertolak Negeri Kanguru. Kesempatan itu diperoleh setelah lolos seleksi program pertukaran pemuda antarnegara dan Kapal Pemuda Nusantara Jawa Timur.

Video pendek berdurasi kurang dari satu menit itu menampilkan sosok Lutfi Aulia Rahman sedang melantunkan parikan Jawa khas Surabaya. Bunyinya, dalan Ijen dalan veteran, dalan Siliwangi dadi kenangan. Wes ojok nggawe kekerasan, ikumono isok ngerusak paseduluran, wayahe saiki Cak Marenda Juli.

Video itu adalah bagian dari proyek Luthfi saat mengikuti karantina seleksi pertukaran pemuda antarnegara dan Kapal Pemuda Nusantara Jawa Timur 2019. Program pertukaran pelajar antarnegara (PPAN)  yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Warga Jalan Endah Manis, Perumnas Manisrejo I, ini masuk dalam daftar 21 pemuda yang mengikuti karantina mewakili Jawa Timur. ‘’Sebelum sampai tahapan seleksi, yang daftar online 300-an. Ada 150 yang ikut tes tulis. Lalu, disaring jadi 60 orang yang berhak masuk tahap wawancara dan FGD (focus group discussion, Red),’’ jelasnya.

Lutfi harus melalui lima pos wawancara. Mulai komunikasi, proyek sosial, psikilogi, budaya, hingga leadership. “Pos budaya yang benar-benar kejutan. Peserta harus menampilkan kesenian daerah. Saya pilih lagu Gundul-Gundul Pacul sambil menari seadanya,’’ kenangnya.

Merasa kurang maksimal di pos budaya, Lutfi sempat pesimistis bisa lolos ke tahap selanjutnya. Sebab, banyak peserta lain yang berbakat. Namun, keraguan itu tidak terbukti. Pada 8 April lalu dia dinyatakan lolos. “Nggak nyangka bisa lolos karantina. Ada 21 orang yang lolos menuju karantina selama tiga hari dua malam di Surabaya,’’ jelasnya.

Persaingan kian sengit lantaran dari 21 orang tersebut akan dipilih peserta yang menjadi kandidat utama Jawa Timur dalam program PPAN. ‘’Dari Karesidenan Madiun  selain saya ada dua teman dari Ponorogo,’’ jelas pemuda 23 tahun ini.

Selama masa karantina Lutfi mengikuti serangkaian acara  yang telah dipersiapkan panitia. Di pengujung kegiatan, dia memilih Australia sebagai negara tujuan pertukaran. Lutfi berharap bisa magang di kantor international bidang kesehatan seperti  delegasi  Jawa Timur 2016 silam. ‘’Dia background-nya kesehatan. Harapan saya juga seperti itu dan  ada niatan lanjut S2 di sana,’’ beber sarjana kedokteran Undip itu.

Saat pengumuman, Lutfi dinobatkan sebagai cadangan pertama dalam program Australia Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP). Lantaran lima kandidat utama berhalangan hadir, dia berkesempatan berangkat ke Negeri Kanguru. ‘’Bisa sampai tahapan ini saja saya sudah bersyukur,’’ akunya.

Pengalaman menarik yang  didapatnya saat masa karantina adalah ketika peserta diberi tantangan oleh panitia untuk menggalang dana sebanyak Rp 3 juta. Kelak dana tersebut disumbangkan untuk proyek renovasi gedung sekolah di Sampang, Madura. ‘’Berdua dengan teman saya berhasil menyumbang donasi paling banyak, Rp 780 ribu. Teman-teman lainnya hanya Rp 100 ribu-Rp 300 ribu. Setelah dihitung semuanya terkumpul Rp 2,8 juta,” kenangnya.

Tantangan lainnya diminta membuat video teaser tentang proyek sosialnya, Madiun Muda. Yakni, komunitas sosial yang didirikan untuk menggandeng pemuda Madiun di perantauan dan yang ada di Madiun. Video itu harus  mendapatkan 300 likes sebelum deadline pengumpulan pukul 20.00. ‘’Sebar link video ke grup potensial, nge-DM teman semuanya,” ujarnya. ***(isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close