Lolos Beasiswa YTB, Amara Salsabila Putri Kuliah di Turki

493

Satu lagi warga Bumi Orek-orek berkesempatan menuntut ilmu ke luar negeri. Amara Salsabila Putri mendapat beasiswa dari pemerintah Turki. Lima sampai enam tahun ke depan, dia menimba ilmu teologi di Turkish Preparation Courses.

——–

SESUATU yang baru dirasakan Amara Salsabila Putri. Telapak tangannya kini bisa merasakan langsung dinginnya salju. Pun, dengan mata kepala sendiri keseharian pengungsi Suriah. Di Turki, dia benar-benar mengerti seperti apa kondisi negara Islam yang menganut paham sekuler. Perpaduan kebudayan Timur dan Barat diamatinya sejak beberapa bulan lalu. ‘’Oktober lalu saya berangkat,’’ kata Amara.

Melalui sambungan telepon, Amara bercerita banyak tentang pengalaman barunya. Di sela percakapan teman-temanya yang tertangkap telepon, bicara gadis 19 tahun itu sarat suasana senang.  Gelak tawa mewarnai perbincangan. Pun, tak jarang Amara berceletuk dengan bahasa Jawa. ‘’Alhamdulillah, entuk beasiswa YTB (Yurtdışı Türkler ve Akraba Topluluklar Başkanlığı, Red),’’ kata remaja asal Desa Tempuran, Kecamatan Paron, ini.

Dengan beasiswa YTB, Amara kuliah di Turkish Preparation Courses. Dia ambil jurusan teologi di fakultas ilahiyat. Amara berkesempatan menimba ilmu di Turki selama lima sampai enam tahun ke depan.

Peluang tersebut diraihnya tidak serta merta begitu saja. Sejumlah tahapan mesti dilaluinya sebelum terbang ke negara perbatasan Asia dan Eropa tersebut. ‘’Memang sudah ada niat sebelumnya dan orang tua juga mendukung,’’ ujarnya.

Sejumlah tes seleksi membuat degup jantung putri Endang Hastutik Badriyah dan Abdul Wahid Jamil ini bertambah cepat. Tes wawancara menjadi tahapan seleksi yang paling membuatnya keder.

Amara ingat betul situasi salah satu ruangan Universitas Indonesia (UI) kala itu. Di ruangan tersebut, dia mesti mengutarakan alasannya ingin kuliah di Turki langsung di hadapan delegasi pemerintahan Turki. ‘’Intinya kenapa pilih Turki dan apa future plan setelah lulus nanti,’’ katanya.

Bisa sampai tahap wawancara bukanlah perkara gampang. Amara lebih dulu bersaing lima ribuan peserta lain yang mengajukan beasiswa sama sepertinya. Harap-harap cemas, namanya muncul pada laman resmi pemberi beasiswa. Dari 189 peserta yang masuk tahap wawancara, Amara menjadi satu di antara 40 peserta yang lolos dan berangkat ke Turki Oktober lalu. ‘’Selain jurusan kuliah, suka saja dengan Turki. Misalnya tentang sejarah Kerajaan Usmani,’’ tuturnya.

Girang bukan kepalang dirasakan Amara setelah tahu bahwa dirinya berhasil mendapatkan beasiswa. Segala persiapan dilakukannya sebelum berangkat. Mulai menambah penguasaan bahasa Inggris sampai baca-baca referensi seputar Turki. Kendati begitu, dia tampaknya lupa menyiapkan kondisi fisiknya. Amara sempat dilanda mimisan lantaran perbedaan cuaca. ‘’Cuma sedikit, seperti darah kering di hidung karena dingin,’’ akunya.

Banyak hal baru yang didapatkannya dua bulan belakangan ini. Dia mulai tahu kebudayaan setempat. Juga keramahan orang-orang Turki yanag ditemuinya. Namun, mereka menyebut masyarakat Indonesia lebih ramah. ‘’Orang Indonesia dikenal ramah, selalu tersenyum saat naik haji atau umrah,’’ kata Amara.

Turki, negara Islam yang menganut paham sekuler, juga memberikan pengetahuan baru bagi Amara. Perpaduan kebudayaan Timur dan Barat benar-benar dirasakannya. Mulai kuatnya nuansa muslim sampai budaya Eropa yang membaur dalam keseharian.

Pun, bangunan-bangunan berarsitektur campuran Asia-Eropa tidak ketinggalan membuat matanya takjub. Selain itu, Amara mendapati langsung seperti apa kondisi pengungsi Suriah yang berada di Turki. ‘’Hubungan sehari-hari mereka (penduduk asli Turki dan pengungsi, Red) baik-baik saja,’’ ungkapnya.

Amara tidak bisa menyembunyikan perasaan senangnya bisa berkuliah di Turki. Apalagi, tidak ada kontrak yang mengharuskannya menetap di Turki setelah selesai menimba ilmu. ‘’Semoga saja keturutan, besok saya ingin menjadi penulis. Sebagai jurnalis atau penulis buku, saya ingin berbagi ilmu dengan tulisan saya,’’ ujarnya. ***(deni kurniawan/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here