Loket Stadion Jadi Kafe: Izin dari Oknum PNS Dikpora

277

MAGETAN – Alih fungsi loket Stadion Yosonegoro menjadi kafe mendapat perhatian luas warga Magetan. Apalagi setelah kabar itu diangkat ke media sosial (medsos). Banyak di antara warganet yang nyinyir dan menyesalkan alih fungsi aset tersebut.

Mereka meminta pemkab segera mengambil tindakan tegas. Gayung bersambut, informasi itu direspons oleh Bupati Magetan Suprawoto. ‘’Saya akan cek, siapa yang mengeluarkan izin itu,’’ katanya kepada Radar Magetan kemarin (7/2).

Dia juga belum berani berspekulasi terkait pengakuan pelaku usaha kafe itu bahwa izin dikeluarkan oleh pihak dinas pendidikan dan pemuda olahraga (dikpora). Yang jelas, bupati yang akrab disapa Kang Woto itu masih akan menyelidiki permasalahan tersebut. ‘’Saya sudah minta satpol PP untuk menelusuri adanya kejanggalan izin yang diduga dikeluarkan oleh dikpora,’’ ujar mantan sekjen Kementerian Kominfo itu.

Di pihak lain, Kepala Dikpora Magetan Djoko Santoso mengaku pihaknya belum mengeluarkan rekomendasi apa pun atas pemanfaatan loket stadion itu sebagai kafe. Dia juga menegaskan tidak ada kerja sama dengan pihak ketiga mana pun untuk menggunakan salah satu ruang di Stadion Yosonegoro tersebut. ‘’Belum ada izin apapun dari dikpora,’’ katanya.

Tapi, apa yang dilontarkan oleh Djoko itu bertolak belakang dengan hasil penyelidikan satpol PP. Petugas penegak perda itu menyebut bahwa mereka telah mengantongi identitas oknum PNS dari dikpora yang ditengarai sebagai pemberi izin ke pihak ketiga untuk pemanfaatan ruangan loket stadion menjadi kafe. ‘’Inisialnya HP,’’ ungkap Kasi Opsdal Satpol PP dan Damkar Magetan Khamim Basori.

Selain itu, dia menegaskan bahwa pemanfaatan salah satu ruang di Stadion Yosonegoro sebagai kafe tersebut sudah melanggar Perda 3/2014 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat. Karena itu, dalam waktu dekat pihaknya bakal melaporkan hasil penelusuran tersebut kepada atasannya untuk segera ditindaklanjuti. ‘’Penggunaan aset daerah yang dilakukan oleh pengelola kafe itu jelas melanggar perda,’’ kata Khamim. (mgc/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here