Logistik Surat Suara Tak Kunjung Klir, KPU Malah Pangkas Tenaga Lipat-Sortir

27

NGAWI – KPU Ngawi optimistis proses distribusi logistik Pemilu 2019 bakal selesai tepat waktu kendati sampai saat ini masalah surat suara belum klir. ‘’Aturannya kan sudah ada, kapan batas akhir surat suara diterima PPS (panitia pemungutan suara, Red) di desa. Kami yakin bisa sesuai target,’’ kata Ketua KPU Ngawi Syamsul Wathoni kemarin (31/3).

Seperti diketahui, proses pemungutan suara tinggal 16 hari lagi. Namun, sampai saat ini KPU Ngawi masih dihadapkan pada masalah kebutuhan surat suara. ‘’Hanya tinggal DPRD kabupaten, mudah-mudahan besok (hari ini, Red) sudah selesai,’’ ujarnya.

Toni -sapaan Syamsul Wathoni- menuturkan, proses penyortiran dan pelipatan surat suara awalnya ditargetkan rampung kemarin. Namun, kenyataannya molor. Selain akibat keterlambatan pengiriman dari percetakan, kata dia, hal itu imbas pengurangan tenaga lipat-sortir surat suara DPRD kabupaten. ‘’Prosesnya lebih sulit dan rawan kesalahan. Untuk menghindarinya, kami pilih tenaga yang sudah pengalaman,’’ ungkapnya.

Dia mengatakan, tenaga lepas yang semula sebanyak 300 orang dipangkas menjadi sekitar 100 untuk proses pelipatan dan penyortiran surat suara DPRD kabupaten. Namun, Toni optimistis bisa selesai dalam waktu maksimal dua hari. ‘’Kalau tidak bisa selesai besok (hari ini, Red), kami yakin paling lama lusa sudah rampung,’’ yakinnya.

Meski proses sortir-lipat semua jenis surat suara kelak rampung, bukan berarti masalah kebutuhan salah satu logsitik pemilu itu klir. Sebab, KPU setempat masih harus meminta lagi surat suara pengganti yang rusak. ‘’Harapannya paling lambat kami terima 5 April supaya bisa segera dilakukan proses pengemasan dan sebagainya,’’ ucap Toni.

Jika kelak molor lagi, pihaknya sudah menyiapkan antisipasinya. Yakni, pengemasan logistik tempat pemungutan suara (TPS) terdekat dilakukan paling akhir sambil menunggu surat suara pengganti diterima. ‘’Kami selalu update datanya ke KPU Jatim agar bisa langsung dikoordinasikan dengan percetakan. Mudah-mudahan saja tidak terlambat lagi,’’ harapnya.

Dijelaskan bahwa sesuai aturan, logistik surat suara maksimal H-3 sudah diterima panitia pemilihan kecamatan (PPK). Lalu. diteruskan ke panitia pemungutan suara (PPS) paling lambat H-2. Jika mengacu aturan itu, waktu yang tersedia bagi KPU hanya 14 hari. ‘’Kami pasti akan usahakan distribusinya tepat waktu,’’ tegasnya.

Toni menambahkan, sejumlah logistik di luar kota suara mulai didistribusikan hari ini. Di antaranya, bilik suara, daftar pasangan calon, dan perlengkapan TPS lainnya. ‘’Baru bisa didistribusikan besok (hari ini, Red) karena masih menunggu kesiapan gudang di masing-masing PPK (panitia pemilihan kecamatan, Red),’’ pungkasnya. (tif/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here