Madiun

Lockdown 12 Jam, RSUD Sogaten Sterilisasi Besar-besaran

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sempat ditutup 12 jam, IGD RSUD Kota Madiun kembali membuka pelayanannya Rabu (5/8). Menyusul satu dokter yang baru bertugas dua tahun di rumah sakit Pemkot Madiun itu terkonfirmasi sebagai pasien nomor 30 yang terinfeksi Covid-19.

Direktur RSUD Kota Madiun dr Agus Nurwahyudi memastikan pelayanan tetap menjadi prioritas. Pihaknya telah melakukan berbagai langkah untuk mencegah persebaran Covid-19. ‘’Mulai hari ini (kemarin, Red) pelayanan di IGD sudah kembali normal. Pelayanan kesehatan ini, bagaimanapun kondisinya, harus tetap berjalan,’’ tegasnya.

Agus memastikan seluruh ruangan hingga bagian detail seperti peralatan kesehatan dipastikan steril. Setelah mendapat kabar kasus nomor 30 itu, RSUD Sogaten sempat lockdown layanan IGD. Selanjutnya, dilakukan sterilisasi besar-besaran selama 12 jam penuh. ‘’Selama tutup, pelayanan bersalin tetap dibuka, tapi tidak melalui IGD. Melainkan langsung ke ruang bersalin. Karena orang bersalin tidak bisa ditunda,’’ ujarnya.

Pembersihan besar-besaran dilakukan dengan sterilisasi UV ozon yang diketahui memiliki akurasi tinggi untuk mensterilkan ruangan dari virus hingga bagian detail. Untuk peralatan rumah sakit, dibersihkan dengan manual oleh nakes yang menggunakan alat pelindung diri (APD).  ‘’Dari jam 09.00 sampai magrib belum selesai,’’ ungkapnya.

Agus memastikan nakes dan dokter di IGD telah diganti. Sebanyak 27 tenaga kesehatan yang kontak erat dengan pasien nomor 30 menjalani isolasi di Asrama Haji. Khusus dokter IGD menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Mereka dijadwalkan mengikuti swab test secara bertahap hingga besok (7/8). ‘’Seluruhnya diganti baru karena petugas yang lama harus menjalani prosedur karantina sambil menunggu swab test,’’ terangnya.

Agus berharap kejadian ini dapat menjadi alarm bagi masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan. Mematuhi protokol kesehatan menjadi kewajiban yang harus dipatuhi di mana pun-kapan pun. ‘’Penggunaan masker tidak boleh sembarangan. Saat makan, jangan ditaruh dagu. Dilepas dulu kemudian disimpan di dalam plastik atau amplop yang bersih. Setelah makan dipakai lagi. Sepele, tapi ini penting,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close