Local Hero Kalah dengan Superhero

45

Ketenaran Gundala dan Thor bagaikan bumi dan langit. Terkotak dalam bingkai sekuel film. Sejauh mana tingkat perbedaan pahlawan super yang sama-sama berkekuatan petir ini?

………….

 FILM memegang peranan penting dalam memperkenalkan tokoh komik pahlawan di negeri ini. Ambil contoh Gundala yang pamornya kalah jauh dengan Thor. Nama yang disebut pertama merupakan tokoh khayalan ciptaan Hasmi dalam komik Gundala Putra Petir. Diterbitkan 1969 silam, sosok sakti yang mampu menangkap petir dengan tangannya itu lantas difilmkan 12 tahun berselang. Setelahnya, hanya segelintir orang yang sanggup memvisualisasikannya dengan baik. ‘’Bapak dulu pernah cerita, tapi saya nggak tahu seperti apa filmnya,’’ kata Samsul Hadi Saputro ditanya wawasannya tentang Gundala.

Warga Kelurahan Cokromenggalan, Babadan, ini merupakan penggemar superhero. Namun, dia awam dengan Gundala. Padahal, pada masanya, baik komik sebanyak 23 seri dan film yang dibintangi aktor HIM Damsyik ini sempat menjadi idola. Tidak salah bila Samsul gelap informasi. Sebab, komik Gundala yang dalam ceritanya bernama Sancaka itu baru diterbitkan ulang 2005 silam. Periode di mana perlahan tapi pasti terjadi eksodus tokoh komik superhero Amerika dalam industri film. ‘’Sepertinya film Gundala tidak semenarik Thor,’’ ujarnya.

Ya, memang Thor tengah naik daun. Pahlawan super dalam komik ciptaan Stan Lee itu popularitasnya melejit lewat sejumlah sekuel film. Diangkat kali pertama di layar lebar 2011. Berlanjut dengan judul Thor: The Dark World dua tahun berselang. Kemudian rilis Thor: Ragnarok dua tahun lalu.  ‘’Saya sudah nonton semua dan menunggu sekuel yang terbaru,’’ ucap Samsul.

Superhero bersenjatakan palu itu jauh lebih menarik karena gagah dan kostumnya yang unik. Semakin terkenal setelah ikut gabung dengan tokoh pahlawan dari Marvel Comics lain dalam film Infinity War tahun lalu. Di antaranya Hulk, Spider-Man, Captain America, Ironman, hingga Nebula. ‘’Itu lah yang membuat Thor dkk menarik diikuti,’’ ujarnya.

Sejatinya, tokoh-tokoh pahlawan lokal mulai dibangkitkan kembali oleh para pekerja sinema. Misalnya, Si Buta dari Gua Hantu, Panji Tengkorak, hingga Wiro Sableng. Namun, ternyata industri film internasional tahu cara ampuh untuk merebut cinema lover berbagai generasi. Mereka berani mengubah dan mengutak-atik superhero yang sudah nge-tren. Baik segi kostum, alur cerita, yang didukung tampilan tiga dimensi. ‘’Ya, contohnya seperti Batman dan Spider-Man,’’ sebut Samsul.

Kabaranya Gundala bakal masuk bioskop tahun ini. Joko Anwar sebagai sutradara filmnya dengan menggandeng aktris seperti nama Rio Dewanto dan Tara Basro. Penasaran? Kita nantikan saja. Dahsyatan mana dengan petirnya Thor. (nur wachid/cor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here