Liponsos Alih Fungsi Jadi Permukiman

9

MADIUN – Lingkungan pondok sosial (liponnsos) di Desa Sambirejo, Jiwan  telah beralih fungsi. Sebab, kawasan yang harusnya difungsikan untuk pelatihan dan rehabilitasi sosial bagi gelandangan dan pengemis itu berubah menjadi kawasan ‘permukiman’, lantaran 40 dari 63 kepala keluarga (KK) berKTP  di kawasan lahan negara itu. ‘’Sudah kami sosialisasikan, untuk mereka yang masih tinggal di sana untuk segera pindah,’’ kata Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Madiun Tatuk Mahmawati.

Tatuk mengatakan 60 KK itu masih diberi kelonggaran untuk tetap tinggal di lingkungan pondok sosial yang sekarang berjuluk lingkungan RT 27 RW 03. Dengan syarat, mereka sudah siap untuk sewaktu – waktu hengkang. Selain itu, mereka juga diberi tanggung jawab untuk merawat bangunan yang mereka tempati. Mereka bahkan diberi kelonggaran untuk tetap membuka usaha. ‘’Kami masih perbolehkan mereka tinggal,’’ terangnya.

Meski begitu, Tatuk mengatakan kalau warga yang ada di sana tetap harus pindah. Sebab, cepat atau lambat bangunan itu akan dikembalikan pada fungsinya. Namun, dia tetap menyadari jika akan sedikit sulit untuk membuat para gepeng yang sudah menetap untuk pindah. ‘’Sudah sebulan sejak saya berikan sosialisasi dan mereka harus segera pindah,’’ ungkapnya.

Ketua RT 27 RW 03 Desa Sambirejo, Suyatno mengatakan banyak warganya yang keberatan kalau harus pindah dari liponsos. ‘’Mau gak mau kalau nanti tetap harus pindah, ya pindah,’’ ungkap

Yatno mengatakan kalau para gepeng yang ada lokasi itu sebgain sudah memiliki usaha. Pun, kehidupan mereka sudah mulai membaik. Mereka pun bisa menghidupi diri mereka sendiri tanpa ada jaminan dari pemerintah. Selain itu, beberapa dari mereka bahkan sudah benar – benar mentas sebagai gelandangan dan pengemis. ‘’Mereka yang dulunya gepeng sudah bisa hidup mandiri,’’ katanya.

Kata dia, justru menyayangkan kalau nanti mereka yang sudah pindah dari liposos malah justru kembali ke pekerjaan lamanya. Tidak akan ada lagi yang memberikan pemahaman pada mereka. Pun, mereka yang terpaksa pindah bisa saja kehilangan pekerjaan. ‘’Takutnya kalau mereka justru kembali, itu sangat disayangkan,’’ pungkasnya. (fat/pra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here