Lima SMA di Kota/Kabupaten Berganti Kepemimpinan

349

MADIUN – Beberapa SMA di Kota/Kabupaten Madiun mulai berganti kepemimpinan. Tak hanya dalam satu wilayah Madiun, ada juga kepala sekolah pengganti dari luar kota.

Sekolah yang telah berganti kepala adalah SMAN 6 Madiun, SMAN 2 Madiun, SMAN 1 Saradan, SMAN 1 Dolopo, dan SMAN 1 Wungu. Saat ini, Prawito yang sebelumnya menjabat kepala SMAN 1 Saradan bergeser menjadi kepala SMAN 6 Madiun. Kemudian, tampuk pimpinan di SMAN 1 Saradan diisi Mahmudi, guru SMAN 1 Geger.

Sedangkan Amin Hadisusanto yang sebelumnya juga guru di SMAN 1 Geger dipromosikan sebagai kepala SMAN 1 Dolopo. Lalu, Pramujo Budiarto yang sebelumnya menjabat kepala SMAN 1 Wungu digeser menjadi kepala SMAN 2 Madiun. Sementara, posisi kepala SMAN 1 Wungu sepeninggal Pramujo Budiarto digantikan oleh Ritul Idha Djarwati yang sebelumnya menjadi guru bahasa Indonesia di SMKN 8 Kota Malang.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Madiun Supardi menyatakan, mutasi kepala sekolah merupakan kebijakan dari provinsi. Baperjakat yang memberikan pertimbangan terkait pemberian kenaikan pangkat. Terutama bagi yang menduduki jabatan struktural, menunjukkan prestasi kerja yang baik, dan menciptakan penemuan baru yang bermanfaat bagi dunia pendidikan. ‘’Mutasi ini adalah hal yang wajar,’’ katanya saat serah terima jabatan kepala SMA di aula SMAN 2 Madiun kemarin.

Mutasi kepala sekolah, terang Supardi, berkaitan dengan pengisian pensiun. Beberapa kepala sekolah memang sudah pensiun dan diisi pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah. SMAN 6 Madiun, SMAN 1 Dolopo, dan SMAN 2 Madiun misalnya. Kepala sekolahnya sudah pensiun dan harus segera diisi.

Perpindahan, jelas dia, merupakan bagian dari tugas dan amanah baru. Masing-masing kepala sekolah harus menyikapi positif terkait perpindahan tersebut. Di sekolah yang baru, tantangannya juga akan baru. ‘’Kepala sekolah harus bersinergi dengan guru-guru di sekolah baru untuk semakin meningkatkan kualitas,’’ sarannya.

Mereka juga diminta segera menyesuaikan diri di tempat yang baru. Sebab, empat bulan lagi akan ada pelaksanaan ujian nasional (unas). Karena itu, Supardi mengimbau kepada kepala sekolah baru untuk segera menyiapkan sarana prasarana (sarpras) penunjang. Termasuk intensif memberikan bimbingan belajar bagi peserta didik. ‘’Saya berharap standar kompetensi kepala sekolah harus dipedomani,’’ ujarnya.

Supardi mengungkapkan, kompetensi yang dimiliki masing-masing kepala sekolah bisa diimplementasikan dalam melaksanakan tugas sehari-hari di sekolah. Sehingga mutu pendidikan di Jatim bisa meningkat sesuai harapan Gubernur Soekarwo. ‘’Pak Gubernur berharap pendidikan di Jatim harus berkualitas,’’ ucap Supardi. (her/bar/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here