Lima Siswa Harus Ujian Susulan

31

NGAWI – Sejumlah peserta ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMK absen. Alhasil, mereka mesti ikut ujian susulan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Yakni, pada 15 dan 16 April mendatang. ”Ada lima peserta yang tidak bisa hadir,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim Wilayah Madiun Supardi kemarin (29/3).

Supardi mengatakan, lima siswa tersebut berasal dari empat sekolah. Yakni, SMKN 2 Ngawi, SMK Panti Parmadi Siwi Ngrambe, SMK PGRI 1 Ngawi -dua pelajar- serta SMK Al-Islam Pehanga. Mereka absen UNBK dengan alasan beragam. Mulai sakit, mengundurkan diri, sampai hamil. Pun, ada pelajar yang selama empat hari UNBK selalu alpa. ”Terkait berbagai penyebab itu, kami masih terus berkoordinasi dengan pihak sekolah,” ungkapnya.

Dia menuturkan, soal ujian susulan kelak berbeda dengan UNBK reguler. Itu untuk mengantisipasi adanya unsur kecurangan. Kendati begitu, bobot soal tak kalah dengan UNBK. ”Masing-masing soal di mapel ujian susulan nanti akan dibedakan, tapi dengan bobot yang sama,” tegas Supardi.

Supardi mengklaim, pelaksanaan UNBK SMK tahun ini secara umum berjalan lancar. Kendala server yang menjadi momok tahun-tahun sebelumnya tidak terjadi. Termasuk gangguan listrik yang sebelum pelaksanaan sempat dikhawatirkan, sampai-sampai sekolah diminta menyiapkan genset untuk mengantisipasi terjadinya oglangan. ”Alhamdulillah, UNBK tahun ini terlaksana dengan baik tanpa kendala berrati,” ucapnya.

Sekadar diketahui, peserta UNBK SMK di Ngawi tahun ini total sebanyak 5.908 siswa dari 37 sekolah. Perinciannya, 3.364 laki-laki dan 2.544 perempuan. Ujian diselenggarakan selama empat hari dan rampung pada Kamis lalu (28/3). Sementara, ujian susulan dijadwalkan digelar 15 dan 16 April mendatang. (den/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here