Lima Hari Sekolah Masih Ditentang

110

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pelaksanaan lima hari sekolah oleh Pemkot Madiun terus mendapat evaluasi dari sejumlah pihak. Salah satunya dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kemarin lembaga independen yang mewadahi ulama dan cendekiawan Islam itu memberikan rekomendasi ke pemkot agar mewadahi pelaksanaan salat Jumat siswa di masjid. Hal tersebut sebagai bentuk penyampaian usulan dari beberapa pihak yang masih kontra dengan program lima hari sekolah.

Termasuk rencana melibatkan pihak kepolisian dan satpol PP untuk proses pengamanan siswa saat salat Jumat bagi pelajar. Utamanya yang sekolahnya jauh dengan masjid sehingga diperlukan mobilisasi. ‘’Itu sebagai upaya menjamin keamanan siswa,’’ kata Ketua MUI Kota Madiun Sutoyo.

Pihaknya juga meminta kepada dinas pendidikan (dindik) untuk melibatkan para guru Taman Pendidikan Alquran (TPA). Mereka bisa diperbantukan untuk mengajar siswa salat dan mengaji di sekolah. ‘’Dengan begitu, upaya pemkot menciptakan pendidikan karakter anak dapat terwujud,’’ ujarnya.

Sutoyo mengungkapkan, kebijakan pemkot menerapkan program lima hari sekolah itu patut diapresiasi. Sebab, dapat memberikan dampak baik terhadap kualitas anak didik, baik secara moral maupun keilmuan. Jika ada masyarakat yang kontra atau belum memahami penerapan lima hari sekolah di Kota Madiun, dapat menghubungi MUI setempat. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here