Lima Hari Pasar Legi Ditarget Sepi

146

PONOROGO – Klaim pekerjaan pasar sementara di lahan bekas RSUD Ponorogo tetap terselesaikan, Sabtu (29/12). Meski pantauan koran ini kala itu mendapati kenyataan sebaliknya. Juga, penegasan pendapat pedagang yang mulai menyiapkan pembagian bedak sejak beberapa hari terakhir. ‘’Tahapannya dimulai 2 Januari, pedagang cek lokasi bedak masing-masing yang dulu sudah dibagi,’’ kata Shenkli Fauzi, sekretaris Perhimpunan Pedagang Pasar Legi.

Dalam pertemuan di pengujung 2018 itu, disperdakum akhirnya menyebutkan tanggal pasti relokasi 1.992 pedagang. Diputuskan 2-6 Januari. Fauzi awalnya sempat sangsi melihat kondisi pasar sementara yang belum rampung sampai waktu pengkavlingan pekan lalu. Namun, dirinya mendapat penjelasan dari disperdakum bahwa pekerjaan PT Bumi Lindung di pasar senilai Rp 6,8 miliar itu telah klir. ‘’Sudah finishing semua. Karena itu pedagang menyatakan siap relokasi,’’ ujarnya.

Fauzi menekankan, seiring pengkavlingan pekan lalu, muncul permintaan dari kalangan pedagang terkait keamanan pasar sementara. Para pedagang ingin agar pasar dengan desain terbuka itu lebih terjamin keamanannya. Lantaran tidak ada pagar pengaman di sisi barat dan timur yang berbatasan langsung dengan permukiman warga. Belakangan, permintaan itu diakomodasi pelaksana. ‘’Untuk sisi barat dan timur sudah ditutup pagar seng. Pagar depan juga sudah ada material, tinggal dipasang,’’ terangnya.

Faktor keamanan, kata Fauzi, sangat merisaukan pedagang lantaran desain pasar yang serba terbuka. Kalangan pedagang bahkan tak cukup diyakinkan dengan pemasangan pagar di sisi timur dan barat. Belakangan, perhimpunan dan paguyuban pedagang dari ketiga pasar sepakat mempekerjakan tenaga pengamanan. Empat orang dipekerjakan untuk menjaga los 1, 2, 3, dan los 4 dijaga dua orang. ‘’Dua tenaga lain tambahan dari dinas (disperdakum, Red),’’ tuturnya.

 ‘’Masalah kondisi di los sudah tidak dipersoalkan. Memang awalnya pedagang mengeluh. Tapi, karena ini kondisi darurat, dan ada 1.336 pedagang di Pasar Legi, semua memahami,’’ imbuh Fauzi.

Awalnya, disperdakum merencanakan relokasi dimulai 24 Desember. Karena kondisi pasar sementara belum siap, diundur. Bukannya semakin jelas, jadwal relokasi semakin tak pasti menyusul pekerjaan PT Bumi Lindung yang tak kunjung kelar. Ketua Paguyuban Pedagang Pasar eks Pengadilan Sutrisno mengaku lega setelah akhirnya mendapat kepastian jadwal relokasi dari disperdakum. ‘’Kejelasanlah yang selama ini diinginkan pedagang. Dengan ini kami bisa mulai mempersiapkan,’’ tegasnya.

Sutrisno mengatakan, pedagang sempat dibuat bimbang akibat ketidakjelasan jadwal relokasi tersebut. Pasalnya, ribuan orang menggantungkan hidupnya dari berjualan di ketiga simpul pasar. Dengan adanya kepastian dari disperdakum, itu dapat diartikan pasar sementara yang bakal menjadi rumah baru para pedagang telah siap. Tidak ada pekerjaan, material, atau alat-alat yang mengganggu pedagang. ‘’Prinsipnya kami ini siap. Tinggal di sananya (pasar sementara, Red) siap tidak? Dalam artian, segala aspek,’’ ucap Sutrisno. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here