LIK Bukan Sepenuhnya Milik Pemerintah Provinsi

171

MAGETAN – Pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) di Magetan seperti tak bisa ke lain kulit. setelah lingkungan industri kulit (LIK) direlokasi ke industri penyamakan kulit (KIPK), kawasan itu tetap dimanfaatkan untuk penyamakan kulit. ‘’Nanti tetap difungsikan untuk IKM penyamakan kulit,’’ kata Kepala UPT Industri Kulit dan Produksi Kulit Wahyu Siswanto.

Memang sayang jika eks LIK nanti ditinggalkan begitu saja. Apalagi pemerintah Jepang telah memberikan bantuan aerator untuk instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) di sana. Bangunan itu masih dapat digunakan untuk proses kering penyamakan kulit. Sementara proses basah di KIPK yang baru. ‘’Lahan LIK bukan sepenuhnya milik kami. Separonya milik pemkab. Jadi, pascarelokasi perlu pembicaraan bersama untuk pengelolaan ke depannya,’’ ujar Wahyu.

Kabid Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan Ari Kuncoro mengatakan, LIK bakal alih fungsi setelah direlokasi. Sebab, semua kegiatan penyamakan kulit mulai basah hingga kering bakal dipusatkan di KIPK Balerejo. Sedangkan LIK yang ditinggalkan bakal menjadi pusat pelatihan. Bukan hanya warga Magetan, namun se-Jatim. ‘’Siapa pun bisa,’’ tegasnya.

Namun, pelatihan yang dimaksudkan juga tak jauh-jauh dari urusan kulit. Seperti pembuatan sepatu dan tas. Agar perajinnya tidak hanya memproduksi model itu-itu saja. Fashion selalu berkembang setiap hari. Jika perajin tidak update, akan kehilangan peminat. ‘’Nanti bisa belajar lagi dari awal. Toh, bahan bakunya sudah tersedia di Magetan. Tidak hanya sepatu dan tas, semua kerajinan yang berbahan kulit,’’ jelasnya.

Ketua Asosiasi Penyamak Kulit Indonesia (APKI) Magetan Basuki Rahmawan juga tak ingin LIK ditinggalkan. Lokasi itu sudah ditempati penyamak sejak zaman Belanda. Usaha di sana kebanyakan turun-temurun. Akan lebih baik meski ada relokasi, LIK tetap berfungsi. Bahkan menjadi paket wisata. Proses penyamakan basah dikerjakan di KIPK. Kemudian proses keringnya di LIK. Setelah itu berlanjut ke pusat kerajinan kulit ke Jalan Sawo. Komplet. ”Karena banyak mahasiswa dari luar kota yang datang pelatihan ke sini,’’ pungkasnya. (bel/c1/fin)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here