51 Pesawat Tempur TNI-AU Terlibat MOT

187
CANGGIH: Pesawat Sukhoi 27/30 yang tergabung dalam latihan MOT landing shelter Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi Madiun.

MAGETAN – Langit di Madiun Raya, Kediri, Jombang, hingga Tulungagung jadi ajang latihan tempur. Total 51 unit pesawat supercanggih milik TNI-AU sejak Senin (8/7) menjalankan Mission Oriented Training (MOT). ’’Tahun ini terbanyak melibatkan alutsista,’’ kata Direktur Latihan Kolonel Pnb M. Satrio Utomo yang juga komandan Wing 3 Lanud Iswahjudi.

Sejatinya, latihan gabungan (latgab) MOT, Ground Control Interception (GCI), maupun Ground Forward Air Controller (GFAC) sudah beberapa kali digelar di Lanud Iswahjudi. MOT melibatkan pesawat unsur tempur, angkut, dan helikopter dari 10 skadron udara. Masing-masing dari skadron udara 1, skadron udara 3, skadron udara 6, skadron udara 8, skadron udara 11, skadron udara 12, skadron udara 15, skadron udara 16, skadron udara 31, dan skadron udara 32. Termasuk melibatkan Ground Control Interception (GCI) maupun Ground Forward Air Controller (GFAC). ’’Para ground crew tiap-tiap skadron tempur berpacu dengan waktu kesiapan pesawat,’’ jelasnya.

Semua skadron tempur hingga Jumat (12/7) akan beradu keterampilan. Itu merupakan skenario latihan yang memadukan keterampilan individu, kerja sama, ketelitian, kecermatan, dan keakuratan. Semua unsur pesawat tempur termasuk radar dan tim dalpur Paskhasau dilibatkan sehingga terbentuk kekuatan besar dalam operasi udara.

Setelah berakhirnya latihan MOT, Lanud Iswahjudi juga akan menjadi home base puncak Latihan tertinggi TNI-AU Angkasa Yudha. Sesuai rencana, mulai 16-19 Juli 2019 mendatang. Kepala staf angkatan udara akan meninjau Latihan Angkasa Yudha selain di Lanud Iswahjudi, Lanud Abdulrachman Saleh, dan AWR Pandan Wangi Lumajang.

Sementara Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Widyargo Ikoputra dalam peninjauan di gedung ACMI memberikan keterangan bahwa sasaran yang hendak dicapai dalam MOT salah satunya mencapai profesionalisme penerbang tempur. ’’Kerja sama dan juga memahami konektivitas jaringan dalam sebuah pertempuran modern dalam operasi udara,’’ tuturnya. (penlanud/dil/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here