Lhadala, Saluran Irigasi Pertanian Rusak Terdampak Tol

221

NGAWI – Bak dua sisi mata uang. Pembangunan tol yang melintasi Ngawi berdampak ganda. Sisi baiknya, infrastruktur prasana transportasi semakin lancar. Di sisi lain, lahan pertanian terdampak megaproyek jalan tol tersebut. Terutama, rusaknya infrastruktur saluran irigasi.

Bentang tol membelah hamparan lahan sawah. Termasuk saluran irigasi di persawahan tersebut. ‘’Sekitar sebulan lalu kami sempat minta mandor proyek untuk mengeruk tanah yang menutup saluran irigasi,’’ kata Yatni, salah seorang petani asal Dusun Bogowonto, Watualang, Ngawi, kemarin (24/4).

Yatni mengungkapkan, akibat tertutup sisa material proyek tol, saluran irigasi terkendala. Irigasi tersumbat sisa-sisa tanah uruk pembangunan overpass penghubung antara dua area sawah. ‘’Kami minta saluran air segera diperbaiki karena sudah memasuki musim tanam padi,’’ ujarnya.

Saat ini, kata dia, saluran air sudah terbilang lancar. Namun, untuk mengalirkan ke sawah masih kesulitan. Sebab, terdapat beberapa titik saluran air yang kelewat dalam. Sehingga, perlu membendung untuk mengalirkannya. ‘’Saluran air harusnya seimbang dengan sawah, biar air bisa masuk ke sawah dengan mudah,’’ terangnya.

Karena itu, para petani berharap pelaksana proyek tol tetap memerhatikan saluran irigasi. Sebab, air amat penting untuk pertanian padi. Pun itu akan berpengaruh pada hasil panen kelak. ‘’Prigiprigi (talut saluran irigasi) masih berupa tanah, seharusnya dibangun dan diperbaiki itu,’’ harapnya.

Sebelumnya, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Pandansari dan Edipeni, Desa Gendingan, Widodaren, Ngawi, sempat protes lantaran irigasi sawahnya terdampak proyek tol. Mereka juga mendesak pelaksanaan proyek tol memperbaikinya lantaran rusak akibat aktivitas alat berat. Pipa irigasi pecah, sehingga aliran irigasi tidak maksimal.

Kabid Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pertanian Ngawi Eka Sri Rahayu membenarkan krusialnya saluran irigasi pertanian. Kendati selama ini belum ada laporan ke pihaknya terkait irigasi rusak terdampak proyek tol. ‘’Perjanjiannya dulu (sebelum pengerjaan proyek tol dimulai), semua irigasi harus tetap dihidupkan,’’ terangnya.

Produksi padi di Ngawi jelas berkurang akibat lahan terpangkas tol. Sebab,  jalan bebas hambatan itu membelah nyaris seluruh wilayah Kabupaten Ngawi. Sehingga, hasil panen padi akan semakin merosot jika irigasi pertanian tidak berfungsi maksimal atau dimatikan. ‘’Irigasi itu salah satu faktor penting yang menentukan hasil panen,’’ pungkasnya. (mg8/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here