Lhadala, Parkir Sembarangan Siap Kena Gembos

163

MADIUN – Pengendara mobil dan sepeda motor kini harus berhati-hati saat memarkir kendaraan. Sebab, mulai tahun depan pemkot akan menindak tegas siapa saja yang menaruh kendaraan sembarangan; khusus di area yang memang dilarang untuk parkir. Jika tetap sembrono, siap-siap saja didenda.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun Ansar Rasidi mengatakan, aturan denda bagi kendaraan yang parkir di tempat larangan parkir tersebut tercantum dalam Perda tentang Penyelenggaraan LLAJ. Sedangkan, sanksi yang diberikan dibedakan dalam tiga klasifikasi penindakan. ’’Pertama adalah penggembosan. Berlaku bagi kendaraan sepeda motor yang biasa parkir di trotoar,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Madiun.

Klasifikasi yang kedua adalah penggembokan. Sanksi tersebut diberlakukan bagi mobil yang kedapatan melanggar aturan larangan parkir dengan posisi kendaraan tidak bisa diderek. ’’Nah, itu harus digembok,’’ ujarnya.

Lalu, sanksi penindakan lainnya adalah penderekan. Dalam aturan tersebut, mobil yang melanggar hingga akhirnya diderek dikenai denda Rp 250 ribu. Selanjutnya, denda untuk kendaraan yang digembok mencapai Rp 100 ribu. ’’Operasional penindakan itu kami mulai pada Januari 2019. Sedangkan, sanksi denda baru kami terapkan pada Februari 2019,’’ terang Ansar.

Pihaknya memastikan penindakan dan pengenaan sanksi denda bagi kendaraan yang kedapatan melanggar aturan larangan parkir itu sudah disosialisasikan sejak November lalu. Pola sosialisasi itu dilakukan dengan pemberian surat kepada masyarakat melalui ketua RT. Begitu juga kepada beberapa toko, perusahaan, dan lembaga pemerintah lainnya. ‘’Sosialisasi juga dilakukan dengan cara mengumpulkan massa,’’ imbuh Ansar.

Sebagai tindak lanjut dari penerapan aturan tersebut, Ansar mengatakan pihaknya mulai melakukan penataan dan larangan parkir. Dengan harapan, tidak ada lokasi atau area parkir yang sifatnya abu-abu. ‘’Mungkin tahap awal, (aturan) diterapkan pada titik-titik tertentu, bukan kawasan,’’ sebutnya.

Beberapa titik yang dimaksud itu adalah trotoar dan area yang terdapat tanda larangan parkir. Ansar mengungkapkan bahwa titik-titik tersebut sudah paten. Sehingga, diharapkan ketika sanksi dijatuhkan tidak timbul polemik. ‘’Karena itu bukan merupakan grey area (area parkir yang sifatnya abu-abu atau belum jelas aturannya, Red),’’ tandasnya. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here