Lewat Botol Kaca, Inggrid Ajak Warga Kurangi Penggunaan Material Plastik

314

Prihatin maraknya sampah plastik di tanah air, Inggrid Ilona Saputra melakukan gebrakan unik. Perempuan itu getol menawarkan air putih dalam kemasan botol kaca berisi pesan-pesan agar mengurangi penggunaan material berbahan plastik.

——————–

SEORANG pramusaji datang membawa sejumlah botol kaca berisi air putih pesanan pelanggan. Di permukaan botol ukuran 1 liter itu terdapat stiker bertuliskan kalimat imbauan peduli lingkungan dengan mengurangi sampah plastik. Di antaranya, Say No to Bottle Plastic, Please Keep The Sea Plastic Free,  dan I’m On A Plastic Bottle Diet.

Sampai di meja tujuan, seorang pelanggan tidak langsung meminumnya. Melainkan memotret gambar pada botol tersebut dengan ponselnya. Hasil jepretan kamera lantas diunggah ke Instagram pribadi miliknya disertai mention ke akun media sosial (medsos) kafe di Jalan Cokrominoto itu.

‘’Banyak yang mention ke saya. Responsnya positif,’’  kata Inggrid Ilona Saputra, owner kafe tersebut.  ‘’Di atas meja kami buat seperti ini,’’ imbuhnya sembari tangannya menunjuk brosur yang juga berisi imbauan mengurangi sampah plastik.

Sudah hampir tiga bulan, air mineral botol kaca menghiasi daftar menu kafe Inggrid. Sebelumnya, kafe itu hanya menyediakan air putih kemasan  600 mililiter. ‘’Ditawarkan dulu dan dan disampaikan maksudnya ke customer. Jadi, sifatnya nggak memaksa,’’ ujarnya.

Niat Inggrid mengampanyekan pengurangan sampah plastik itu bermula saat mengobrol santai dengan Grant Erlangga, suaminya. Pembicaraan mengarah pada pemberitaan media soal maraknya sampah plastik di tanah air. ‘’Ada penyelam asal luar negeri yang berenang di laut kawasan Indonesia timur dan menemukan fakta banyak plastik di sana,’’ jelasnya.

Awalnya Inggrid membeli enam botol kaca. Kemudian, dimodifikasi dengan sentuhan stiker bertema peduli lingkungan. ‘’Saya bawa botolnya dan minta tolong orang didesainkan stiker yang pas dengan ukurannya,’’ ungkap perempuan 26 tahun ini.

Kampanye itu menjangkau lebih banyak warga sejak Inggrid rajin menyebarluaskan melalui akun Instagram kafe. Apalagi, harga air putih kemasan botol kaca itu cukup terjangkau, Rp 7.000. ‘’Jatuhnya lebih ekonomis, daripada beli Rp 5.000 cuma dapat 600 mililiter,’’ sebutnya.

Baru dua bulan berjalan, hasilnya sudah terlihat. Akhir Desember lalu, Inggrid menghitung penjualan air mineral kemasan plastik di kafenya berkurang separo dari biasanya. ‘’Saat ini ada stok 19 botol kaca. Setiap hari rutin dibersihkan untuk mencegah munculnya lumut akibat suhu yang lembap,’’ bebernya.

Mencermati respons positif konsumen, belakangan Inggrid sengaja memasang beberapa kotak harapan di sudut kafenya untuk wadah sampah sedotan plastik. ‘’Dengan memasukkan sedotan ke kotak itu sudah membantu kami memisahkan sampah plastik dan memudahkan proses daur ulang,’’ ujarnya. ***(dila rahmatika/isd/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here