Lesus Terjang Lima Desa, Rusak 37 Rumah

84

PACITAN – Lagi. Lesus mengamuk di Pacitan. Setelah Rabu lalu (23/1), Kamis (24/1) sekitar pukul 16.45 angin kencang kembali menerjang lima desa di Kecamatan Pacitan (kota). Akibatnya, 37 rumah porak poranda. Pun beberapa fasilitas umum seperti jalan dan klinik rusak. ‘’Kencang anginnya, bahkan muter-muter di depan rumah saya sampai masuk rumah,’’ kata Siti Aminah, warga Dusun Krajan, Mentoro, kemarin (25/1).

Saat itu dia bersama suami dan anaknya tengah bersantai di dalam rumah. Beberapa saat kemudian angin yang semakin kencang berembus datang. Lantaran khawatir, suaminya, Arif, keluar melihat kondisi. Tak berselang lama tiba-tiba pusaran angin menghantam rumahnya. ‘’Saya tarik anak saya keluar rumah. Atap asbes pun langsung beterbangan,’’ ujarnya.

Akibat terjangan pusaran angin tersebut, atap asbes rumahnya hilang. Ruang tamu dan kamar porak poranda. Beberapa kayu atap patah. Sehingga air hujan masuk. Siti pun lemas ketakutan melihat ganasnya lesus itu. ‘’Terbang tinggi dan suaranya keras sekali saat atap copot,’’ terang Siti.

Dibantu warga sekitar, dia membersihkan sisa material di dalam rumah. Kerugian diprediksi mencapai jutaan rupiah. Untuk menghindari kejadian serupa, dia bakal mengganti atapnya dengan  genting. ‘’Gak mengungsi karena bagian belakang rumah masih aman,’’ ungkapnya.

Kejadian serupa juga menimpa tetangganya, Martini. Pohon mangga di depan rumahnya diterjang lesus hingga tumbang menimpa atap. Akibatnya kios dan ruang tamu rusak. Saat kejadian, di dalam rumah hanya tinggal ibunya yang sudah tua. Pun nyaris jadi korban lantaran berada di ruang tamu. ‘’Untungnya atap ruang tamu gak sampai rusak,’’ tutur Siti.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan mencatat 37 rumah di lima desa Kecamatan Pacitan rusak. Lingkungan Ploso terdampak paling parah, 16 atap tertiup angin. Disusul Desa Menadi, 12 atap rusak. Sementara sembilan  atap rumah di Desa Mentoro rusak. ‘’Kami imbau warga lebih berhati-hati karena angin kencang masih berpotensi hingga akhir bulan,’’ kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan Pujono. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here